ForexSignal88.com l Jakarta, 13/09/2017 – Di tengah ketidakpastian dari akhir drama Brexit, perusahaan jasa keuangan dan perbankan asal Jepang yang berskala internasional yaitu Nomura Holdings, Inc. mengatakan, karena Brexit pihaknya sudah melakukan short (jual) pound sterling terhadap euro. Demikian juga pandangannya terhadap dolar AS dan dolar Selandia Baru. Sekarang Nomura menambah posisi short pound sterling terhadap loonie Kanada.

Menurut Nomura, "Tanda-tanda perubahan atau terobosan dalam pembicaraan Brexit tetap sedikit dan semakin jauh."

"Berita utama negosiasi tanpa hasil telah menjadi ciri umum dari putaran berita," kata bank tersebut.

Di sisi lain, Nomura melihat prospek domestik Kanada akan bergulir dari satu kekuatan ke kekuatan lain dengan momentum pertumbuhan ekonomi tidak hanya yang terkuat di antara negara-negara G10, namun juga berbasis luas.

Seperti dilansir oleh CNBC, Nomura memperkirakan Bank of Canada (BoC) akan menaikkan suku bunga lagi di bulan Desember dan kenaikan selanjutnya di tahun 2018.

Sementara itu Nomura juga bertahan dengan pandangannya untuk dolar Selandia Baru, yang dikenal sebagai kiwi, yang semakin lemah terhadap dolar Australia.

"Ada beberapa tanda yang menggembirakan pada ekonomi Australia, dengan niat investasi yang semakin meningkat, kondisi bisnis yang membaik dan momentum di pasar tenaga kerja yang positif," kata Nomura.

Bank tersebut menambahkan bahwa, sementara Reserve Bank of Australia (RBA) tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga, momentum ekonomi negara tersebut selanjutnya akan lebih tinggi.

Nomura lanjut menjelaskan, "Sebaliknya, momentum pertumbuhan ekspansi ekonomi Selandia Baru yang matang tetap lamban, dengan tekanan inflasi yang mendasarinya tetap lunak. Hal ini membuat Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) berhati-hati dan dengan bias berlawanan dengan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga, terutama mengingat ketidaknyamanan yang meningkat tentang penguatan dolar Selandia Baru yang terus-menerus."

Nomura mengatakan ada faktor lain yang bermain melawan kiwi yaitu harga untuk ekspor utama Selandia Baru, bubuk susu utuh, tampak kurang baik dibandingkan dengan komoditas-komoditas utama Australia seperti bijih besi.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC

Sumber gambar: TorFX

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

June 08, 2018

Dolar AS Berada Di Level Terendah 3 Pekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan…
June 07, 2018

Komentar Optimistis Ekonom ECB Menjadi Beban Bagi Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Beban dolar AS pada sesi perdagangan kemarin datang dari euro di mana mata uang tunggal 19 negara Eropa tersebut tetap mendekati level tertinggi dua minggu terhadap banyak saingannya pada awal hari Kamis ini, pada…
June 06, 2018

Dolar AS Alami Saat-saat Tertekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin melemah…
June 05, 2018

Greenback Mulai Menyerang Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin menunjukkan…
June 04, 2018

Dominasi Dolar AS Hanyut Oleh Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih harus mengalami…