ForexSignal88.com l Jakarta, 13/09/2017 – Perusahaan jasa keuangan asal Jepang yang berskala dunia yaitu Nomura Holdings, Inc. sudah bearish terhadap dolar terhadap euro dan kini menambahkan pandangan bearish dolar AS terhadap yen.

Seperti dilansir oleh CNBC pada hari Rabu, bank tersebut mengatakan dalam sebuah sub bagian yang berjudul "Tweeting weakness" bahwa mereka memperkirakan greenback memasuki tahun pertama dari tren turun multi-tahun yang baru.

Menurut Nomura, “Alasan utamanya adalah gambaran politik AS yang berlumpur.”

"Perpanjangan yang dilakukan baru-baru ini pada plafon utang dan dana pemerintah yang hanya sampai akhir tahun ini akan membuat para investor khawatir tentang kemungkinan kejadian negatif di AS dalam beberapa bulan mendatang," kata bank tersebut seraya mencatat bahwa skenario terburuk adalah kondisi tanpa kesepakatan yang harus dicapai sebelum masa perpanjangan tersebut berakhir pada bulan Desember.

"Yang paling penting di atas berurusan dengan plafon utang dan dana pemerintah, pemerintah dan Kongres harus bergulat dengan dampak Hurricanes Harvey dan Irma, reformasi perpajakan, DACA, Korea Utara dan kemungkinan penyelidikan Mueller," tambahnya, dengan hal terakhirnya mengacu pada penyelidikan terhadap kemungkinan kolusi antara kampanye calon presiden Donald Trump dan Rusia pada tahun lalu.

DACA (Deferred Action for Childhood Arrivals) adalah kebijakan imigrasi AS yang ditetapkan oleh pemerintahan Obama pada bulan Juni 2012. Kebijakan tersebut mengizinkan sebagian orang (anak di bawah umur) yang memasuki negara tersebut secara ilegal untuk menerima masa penundaan selama dua tahun dari tindakan deportasi dan masa tersebut dapat diperbaharui serta yang bersangkutan dapat mengikuti proses penilaian kelayakan untuk mendapat ijin kerja di AS.

Nomura mencatat bahwa kalendar kegiatan para pembuat undang-undang akan dikompres menjadi hanya sekitar 30 hari sampai dengan akhir tahun.

Nomura juga mengatakan bahwa ada paku lain di peti mati dolar yaitu imbal hasil (yield) di Jerman dan Jepang yang sama-sama nol, yang berarti bahwa risiko ke arah bawah (downside risk) sangat terbatas, tidak seperti di AS.

Menurut Nomura euro diperkirakan akan mencapai $1,25 atau lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang, sementara nilai tukar dolar AS terhadap yen bisa jatuh ke area 105 sampai 100.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC

Sumber gambar: The Japan Times

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

June 08, 2018

Dolar AS Berada Di Level Terendah 3 Pekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan…
June 07, 2018

Komentar Optimistis Ekonom ECB Menjadi Beban Bagi Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Beban dolar AS pada sesi perdagangan kemarin datang dari euro di mana mata uang tunggal 19 negara Eropa tersebut tetap mendekati level tertinggi dua minggu terhadap banyak saingannya pada awal hari Kamis ini, pada…
June 06, 2018

Dolar AS Alami Saat-saat Tertekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin melemah…
June 05, 2018

Greenback Mulai Menyerang Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin menunjukkan…
June 04, 2018

Dominasi Dolar AS Hanyut Oleh Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih harus mengalami…