ForexSignal88.com l Jakarta, 13/09/2017 – Dolar AS sempat menguat terhadap yen di awal sesi Asia pada hari Rabu ini sebelum data harga produsen (PPI) Jepang dirilis. Namun setelah data itu diumumkan dan hasilnya lebih baik dari perkiraan ekonom, yen mulai berbalik menekan dolar AS.

USD/JPY bergerak pada 110,07, turun 0,1%, sementara AUD/USD diperdagangkan pada 0,8020, turun 0,04%

Dixie atau Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, terakhir dikutip turun 0,03% menjadi 91,89.

Sebelumnya pada hari Selasa dolar AS secara garis besar tidak banyak berubah terhadap sekumpulan mata uang utama karena data menunjukkan permintaan tenaga kerja AS tetap kuat namun kenaikannya tertahan karena pound sterling melonjak ke level tertinggi dalam dua belas bulan menyusul data inflasi UK yang bullish.

Pound sterling naik ke level tertinggi tahun ini terhadap dolar AS, menyentuh $1,3298 di tengah data inflasi yang melampaui ekspektasi para ekonom.

Inflasi UK, yang diukur dengan indeks harga konsumen, naik menjadi 2,9% untuk basis tahunan pada bulan Agustus, naik dari 2,6% dari bulan sebelumnya.

Laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) dari departemen tenaga kerja AS, sebuah ukuran permintaan tenaga kerja, menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan pada bulan Juli meningkat menjadi sekitar 6,2 juta, mengalahkan ekspektasi sebesar 5,96 juta.

Laporan tenaga kerja tersebut dirilis menjelang data konsumen penting dan inflasi produsen pada hari ini yang dapat mempengaruhi keputusan Federal Reserve mengenai kebijakan moneter. Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan berlangsung pada 19 dan 20 September.

Sementara itu, permintaan safe haven terus memudar meskipun Korea Utara mengancam Amerika Serikat dengan menyebutkan AS akan merasakan "rasa sakit terbesar" yang pernah diderita menyusul sanksi baru yang diberlakukan oleh Dewan Keamanan PBB. Dolar AS menambah penguatannya terhadap yen dan franc Swiss.

Namun sebagian Analis meyakini bahwa prospek untuk greenback tetap bearish karena para spekulan menggenjot posisi jual melawan greenback ke level tertinggi dalam hampir 5 tahun pada pekan lalu, menurut data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

June 08, 2018

Dolar AS Berada Di Level Terendah 3 Pekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan…
June 07, 2018

Komentar Optimistis Ekonom ECB Menjadi Beban Bagi Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Beban dolar AS pada sesi perdagangan kemarin datang dari euro di mana mata uang tunggal 19 negara Eropa tersebut tetap mendekati level tertinggi dua minggu terhadap banyak saingannya pada awal hari Kamis ini, pada…
June 06, 2018

Dolar AS Alami Saat-saat Tertekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin melemah…
June 05, 2018

Greenback Mulai Menyerang Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin menunjukkan…
June 04, 2018

Dominasi Dolar AS Hanyut Oleh Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih harus mengalami…