ForexSignal88.com l Jakarta, 12/09/2017 – Data Inflasi Inggris akan rilis nanti sore, dan beberapa ekonomi dunia memperkirakan bahwa laju inflasi Inggris masih lebih kencang dibandingkan pertumbuhan upah pekerja Inggris.

Indeks harga konsumen atau inflasi yang akan rilis nanti sore diperkirakan naik menjadi 2,8% di Agustus ini, dibanding 2,6% di Juli lalu dan mendekati angka tertinggi selama 4 tahun di 2,9%.

Naiknya angka inflasi Inggris diperkirakan berasal dari naiknya harga bahan bakar seperti bensin dan solar di bulan lalu. Berakhirnya musim panas membuat biaya berkendara di Inggris meningkat, demikian ungkap James Brown, analis konsultan Simon-Kucher.

Brown menambahkan bahwa biaya bensin untuk berkendara bulan lalu diperkirakan meningkat 5% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, meskipun pertumbuhan upah tidak ada. Brown juga memperkirakan bahwa secara perhitungan pasar tenaga kerja Inggris yang akan rilis esok sore, menunjukkan rata-rata pendapatan di luar bonus naik 2,2% per tahun dalam 3 bulan hingga Juli lalu. Angka tersebut lebih baik dibandingkan periode sebelumnya yang naik 2,1%, yang disimpulkan Brown bahwa masih ada penurunan upah.

Sedangkan analis Investec memprediksi tingkat pengangguran Inggris bisa turun ke 4,3%, angka pengangguran terendah lebih dari 4 dekade terakhir. Tetapi Investec juga memperingatkan bahwa tanda-tanda pertumbuhan upah masih juga belum terlihat.

Sedangkan BDO telah memberi peringatan bahwa kenaikan lapangan kerja belum tentu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi. Peter Hemington dari BDO menjelaskan UU Ketenagakerjaan Inggris cukup elastis untuk memberikan kenyamanan kepada para pengusaha sehingga jika kondisi berubah buruk, maka mereka akan segera mengurangi lapangan kerja. Hemington juga menyoroti meski lapangan kerja di Inggris banyak, namun upah masih tetap rendah dan terus rendah.

Hal ini membuat serikat buruh Inggris menyerukan kepada pemerintah agar mencabut iuran 1% gaji bagi pekerja sektor swasta. Sekjen Serikat Dagang, Dave Prentis menyatakan bahwa pemerintahan PM Theresa May tidak sejalan dengan suasana nasional di mana mereka hanya memperhatikan pegawai pemerintahan saja tanpa memperdulikan nasib buruh Inggris.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88.com, Business Insider, Forexfactory, the Guardian, Investing, CNBC

Sumber Gambar: The Telegraph

Share This
 

Berita Forex Lainnya

June 08, 2018

Dolar AS Berada Di Level Terendah 3 Pekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan…
June 07, 2018

Komentar Optimistis Ekonom ECB Menjadi Beban Bagi Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Beban dolar AS pada sesi perdagangan kemarin datang dari euro di mana mata uang tunggal 19 negara Eropa tersebut tetap mendekati level tertinggi dua minggu terhadap banyak saingannya pada awal hari Kamis ini, pada…
June 06, 2018

Dolar AS Alami Saat-saat Tertekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin melemah…
June 05, 2018

Greenback Mulai Menyerang Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin menunjukkan…
June 04, 2018

Dominasi Dolar AS Hanyut Oleh Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih harus mengalami…