ForexSignal88.com l Jakarta, 12/09/2017 – Anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB) Benoit Coeure memperingatkan bahwa kenaikan euro dapat menekan inflasi kecuali jika diimbangi oleh penguatan ekonomi, memperkuat rencana bank tersebut untuk menjaga kebijakan moneter yang longgar untuk periode yang panjang.

"Guncangan eksogen terhadap nilai tukar, jika terus berlanjut, dapat menyebabkan pengetatan kondisi keuangan yang tidak beralasan dengan konsekuensi yang tidak diinginkan untuk prospek inflasi," kata Coeure di Frankfurt.

"Dengan latar belakang ini, volatilitas nilai tukar baru-baru ini merupakan sumber ketidakpastian yang memerlukan pemantauan," tambahnya, senada yang diucapkan Presiden ECB di Jackson Hole beberapa waktu lalu.

Lonjakan euro adalah hal yang memusingkan bagi ECB karena para pembuat kebijakan mencoba menentukan masa depan program pembelian obligasi mereka, yang saat ini dijadwalkan akan berakhir pada akhir tahun ini.

Pada pekan lalu Presiden ECB Mario Draghi memperingatkan bahwa para pejabat mengawasi mata uang tersebut setelah terapresiasi 14 persen terhadap dolar AS di tahun ini yang dapat memaksa bank sentral tersebut untuk mengurangi proyeksi inflasinya.

Coeure mengatakan bahwa meskipun tidak ada kekhawatiran saat ini, karena ekonomi 19 negara yang menggunakan mata uang tersebut memungkinkan perusahaan menaikkan harga untuk mengimbangi efek peredam nilai tukar, tetap ada alasan untuk memantau dan meneliti penguatan euro.

"Jika kontribusi dari berbagai guncangan yang mendorong perubahan nilai tukar dari waktu ke waktu, maka penilaian kami terhadap dampak inflasi harus berubah, ekspansi atau tidak," katanya.

Coeure menjelaskan bahawa dengan dampak mata uang pada harga yang sebagian ditentukan oleh kekuatan pemulihan, stimulus ECB akan memainkan sebuah peran penting dalam meredam pass-through (proses mengimbangi kenaikan biaya dengan menaikkan harga) karena kebijakan akan tetap lebih akomodatif dalam waktu yang lebih lama.

Coeure juga melontarkan kritik bahwa stimulus moneter non-standar seperti pembelian obligasi, suku bunga negatif dan forward guidance belum mengembalikan inflasi yang ditargetkan.

Forward guidance adalah alat yang digunakan oleh bank-bank sentral untuk menggunakan kekuatannya, berupa proyeksi atau prediksi mereka, dalam kebijakan moneter agar dapat mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap tingkat suku bunga di masa depan.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg

Sumber gambar: Economy Watch

Share This

Berita Forex Lainnya

June 08, 2018

Dolar AS Berada Di Level Terendah 3 Pekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan…
June 07, 2018

Komentar Optimistis Ekonom ECB Menjadi Beban Bagi Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Beban dolar AS pada sesi perdagangan kemarin datang dari euro di mana mata uang tunggal 19 negara Eropa tersebut tetap mendekati level tertinggi dua minggu terhadap banyak saingannya pada awal hari Kamis ini, pada…
June 06, 2018

Dolar AS Alami Saat-saat Tertekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin melemah…
June 05, 2018

Greenback Mulai Menyerang Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin menunjukkan…
June 04, 2018

Dominasi Dolar AS Hanyut Oleh Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih harus mengalami…