ForexSignal88.com l Jakarta, 11/09/2017 – Laporan terbaru dari British Chambers of Commerce (Kamar Dagang Inggris, biasa disebut BCC atau BritCham) mengemukakan bahwa perekonomian Inggris tidak membuat kemajuan dan semakin jelas bahwa pergeseran pasca referendum Brexit pada nilai pound sterling telah menimbulkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.

Kemerosotan pound sterling telah menimbulkan peningkatan inflasi harga makanan dan biaya hidup, dengan sedikit bukti bahwa dampak negatif pada ekonomi telah diimbangi oleh dorongan ekspor.

Di samping analisis dampak pound sterling yang jatuh terhadap Inggris, BCC merilis juga perkiraan terbaru untuk pertumbuhan ekonomi. Kelompok ini menaikkan perkiraan untuk tahun 2017 secara marginal dari 1,5% menjadi 1,6%, namun mengurangi prediksi untuk tahun 2018 dan 2019, menjadi 1,2% dari 1,3%, dan 1,4% dari 1,5%.

“Sementara beberapa bisnis melaporkan kondisi perdagangan yang kuat, ekonomi Inggris secara keseluruhan menginjak air (tidak membuat kemajuan) dan tidak ada tanda di cakrawala untuk kembali ke tingkat pertumbuhan yang lebih sehat,” kata Direktur Jenderal BCC Adam Marshall.

“Inflasi didorong oleh kenaikan pada harga bahan baku impor yang cukup besar sepanjang tahun lalu dan diperkirakan akan tetap menyeret belanja konsumen dalam waktu dekat, dengan pertumbuhan harga diperkirakan tidak akan melampaui pertumbuhan harga hingga 2019,” ujar Suren Thiru, kepala ekonom BCC.

Kata-kata Thiru tersebut menggemakan pandangan para ekonom lainnya bahwa pendorong utama perlambatan ekonomi yang telah menimpa ekonomi Inggris di tahun ini dan satu kuartal sejak referendum Brexit digelar adalah pound sterling yang jatuh dan pada gilirannya telah mendorong timbulnya kenaikan harga, menekan keuangan rata-rata rakyat Inggris dan mengurangi belanja konsumen.

Untuk waktu yang lama, motor utama ekonomi Inggris yaitu minat belanja konsumen, sekarang mulai terpukul oleh kekuatan kembar berupa kenaikan inflasi dan pertumbuhan upah yang stagnan yang telah mencekik ekonomi dan mengakibatkan kenaikan biaya hidup yang lebih cepat daripada peningkatan gaji rata-rata.

Perlambatan belanja konsumen dan konsumsi rumah tangga secara keseluruhan berada di balik perlambatan ekonomi Inggris yang lebih luas pada tahun ini, yang telah menjatuhkan peringkat Inggris ke posisi terbawah dalam hal pertumbuhan PDB di antara negara-negara besar lainnya.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Insider

Sumber gambar: Britishchambers.org.uk

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

June 08, 2018

Dolar AS Berada Di Level Terendah 3 Pekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan…
June 07, 2018

Komentar Optimistis Ekonom ECB Menjadi Beban Bagi Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Beban dolar AS pada sesi perdagangan kemarin datang dari euro di mana mata uang tunggal 19 negara Eropa tersebut tetap mendekati level tertinggi dua minggu terhadap banyak saingannya pada awal hari Kamis ini, pada…
June 06, 2018

Dolar AS Alami Saat-saat Tertekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin melemah…
June 05, 2018

Greenback Mulai Menyerang Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin menunjukkan…
June 04, 2018

Dominasi Dolar AS Hanyut Oleh Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih harus mengalami…