ForexSignal88.com l Jakarta, 11/09/2017 – Para penentu suku bunga Bank of England (BoE) tampaknya tidak akan mengejutkan pasar dengan kebijakan apapun saat mereka bertemu di hari Kamis karena ekonomi UK sedang berada di bawah tekanan dan kekhawatiran Brexit mengimbangi kekhawatiran terhadap inflasi yang kini berada di atas target BoE.

Perekonomian Inggris pada awalnya bertahan dari keputusan Brexit namun kemudian melambat tajam pada awal 2017 dan diperkirakan akan tumbuh hanya 0,3 persen pada kuartal ini, setengah dari tingkat yang diraih zona euro.

Kondisi itu menjadi tantangan bagi BoE yang tugas utamanya adalah menjaga inflasi daripada membawa pertumbuhan ke target 2 persen sedangkan inflasi saat ini adalah 2,6 persen.

James Knightley dari ING mengatakan bahwa BoE tidak akan mengubah kebijakan moneter mengingat tingkat pertumbuhan yang lesu dan dibayangi ketidakpastian Brexit.

"Meskipun demikian, akan ada anggota yang terus memberikan suara untuk kenaikan suku bunga, mengingat inflasi harga konsumen kemungkinan akan bergerak lebih tinggi lagi," kata Knightley.

Pada pertemuan terakhirnya, dua anggota Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/MPC) memilih untuk menaikkan suku bunga dari rekor terendah, namun diperkirakan tidak satu pun dari tujuh rekan mereka akan bergabung dengan mereka pada hari Kamis, 14 September, untuk meminta biaya pinjaman yang lebih tinggi.

"Pandangan kami sendiri adalah bahwa suku bunga tidak akan naik tahun ini atau berikutnya. Tapi itu tidak berarti rollercoaster ekspektasi kenaikan (suku bunga BoE) sudah berakhir," kata Liz Martins dari HSBC.

Dengan adanya risiko Brexit yang bergelombang, tidak berarti BoE harus mempertahankan tingkat suku bunga pada rekor terendah mereka, demikian menurut anggota MPC Michael Saunders pada pekan lalu, karena BoE berisiko harus melakukan kenaikan suku bunga yang lebih tajam di masa depan yang berpotensi melukai pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu para pembuat kebijakan di Bank Sentral Eropa (ECB) menghadapi masalah yang berlawanan di mana mereka sedang berjuang untuk mendorong inflasi sampai ke target 2 persen karena penguatan euro tetap menahan harga.

Mereka meninggalkan kebijakan moneter ultra-mudah pada hari Kamis lalu namun pada bulan depan akan memutuskan tentang kelanjutan program stimulus besar-besaran ECB yang mungkin baru akan dilaksanakan pada tahun 2018.

Presiden ECB Mario Draghi mengatakan nilai tukar euro sangat penting dan perlu pemantauan yang hati-hati.

Komentar Draghi tersebut meningkatkan kemungkinan bahwa ECB akan memilih untuk menghapus skema pembelian obligasi 2,3 triliun euro pada tahun depan hanya saja pada kecepatan yang sangat lambat meskipun pertumbuhan ekonomi sedang solid.

Louis Harreau dari Credit Agricole mengatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini memerlukan kebijakan moneter yang sedikit kurang akomodatif dalam waktu dekat, asalkan euro atau elemen mengganggu lainnya tidak menggagalkan pemulihan zona euro.

Di Amerika Serikat, Federal Reserve telah memulai siklus pengetatan namun tampaknya mendapatkan lebih banyak dovish setelah melihat data-data ekonomi terbaru yang lemah.

Komentar terbaru dari pembuat kebijakan The Fed menunjukkan perpecahan pandangan pada prospek inflasi dan bagaimana bank sentral itu akan menindaklanjuti kenaikan suku bunga di masa depan. Oleh karena itu data harga Agustus yang akan dirilis pada hari Kamis akan memberi petunjuk lebih banyak kepada pasar.

Swiss National Bank juga dijadwalkan menggelar pertemuan pada hari Kamis namun mungkin tidak akan bergerak banyak karena ketegangan geopolitik dan inflasi yang rendah telah mengikat tangan mereka.

Franc Swiss rentan terhadap apresiasi selama periode ketegangan geopolitik meningkat dan potensi konflik di Semenanjung Korea akan membebani pikiran para pembuat kebijakan SNB.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: The Times UK

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

November 24, 2017

Dolar AS Tertekan Tipis Saat Thanksgiving

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2017 – Pada hari Kamis, pasar Eropa yang baru bereaksi terhadap FOMC meeting minutes yang dirilis pada Kamis dini hari, bereaksi negatif terhadap dolar AS. Greenback kembali terpukul di tengah volume perdagangan yang tipis…
November 23, 2017

Pejabat Fed Kuatir Ketidakseimbangan Pasar Keuangan AS dan Rendahnya Inflasi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/11/2017 – Dalam hasil paparan rapat suku bunga di awal bulan lalu beberapa pejabat bank sentral AS, Federal Reserve mengungkapkan pandangan yang optimis tentang pertumbuhan ekonomi AS, sekaligus juga kuatir bahwa harga atau…
November 23, 2017

Pasar Keuangan Jepang dan AS Libur, Yen Sedang Melemah

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/11/2017 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS kali ini sedikit mengalami tekanan tipis-tipis dari mata uang utama Asia kecuali dari yen dimana pasar keuangan dunia sedang…
November 23, 2017

Pemerintah Inggris Pangkas Proyeksi Pertumbuhannya, £3 Miliar Disisihkan Untuk Brexit

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/11/2017 – Pemerintah Inggris secara resmi semalam telah memangkas proyeksi untuk pertumbuhan ekonomi dan mengantisipasi hal-hal penurunan pertumbuhan di masa-masa mendatang. Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond menyampaikan…
November 23, 2017

Rally Harga Minyak Kembali Dorong Penguatan Dolar Kanada

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/11/2017 – Dolar Kanada menguat ke level tertinggi sembilan hari terhadap mata uang AS di sesi perdagangan Rabu karena harga minyak mentah kembali naik dan notulen dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve yang dovish…