ForexSignal88.com l Jakarta, 11/09/2017 – Sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, China selalu menjadi sorotan para pengamat dan pelaku pasar. Naik atau turunnya ekonomi negara tersebut akan berdampak pada ekonomi global terutama negara-negara yang menjadi mitra dagang terbesarnya seperti Australia dan Selandia Baru.

Para ekonom Wells Fargo memperkirakan bahwa China akan mengalami perlambatan pada 2018 pada 2017. Menurut mereka, pemerintah China harus bisa mengelola sistem perbankan jika terjadi krisis.

"Volatilitas meningkat di pasar keuangan pada awal 2016 karena para investor khawatir bahwa pertumbuhan di China melambat tajam. Maju cepat selama enam kuartal, pertumbuhan ekonomi China benar-benar stabil antara 6,5 ​​persen dan 7,0 persen selama periode tersebut. Cadangan devisa China, setelah turun secara signifikan di tengah kekhawatiran ini, juga telah stabil seiring dengan pertumbuhan ekonomi sekitar angka $3 triliun," kata para ekonom tersebut.

Menurut mereka, otoritas China telah mendorong pertumbuhan kredit yang lebih kuat pada tahun lalu ketika ekonomi membutuhkan dorongan ekstra, membantu menstabilkan pertumbuhan ekonomi.

Tampaknya para pembuat kebijakan Negeri Tirai Bambu sekarang sedang berusaha untuk mengurangi pertumbuhan kredit agar tidak memperbesar gelembung perumahan. Harga rumah di kota-kota "Top Tier", seperti Beijing dan Shanghai, telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dan para pembuat kebijakan harus menghadapi tugas yang menakutkan untuk melakukan deleveraging dan menavigasi target pertumbuhan ekonomi pemerintah.

"Kami memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB di China akan melambat pada tahun 2018 relatif terhadap tingkat yang kemungkinan akan dicapai tahun ini. Meskipun ada kekhawatiran yang dibenarkan mengenai jumlah leverage keuangan di sektor korporasi non-keuangan, kami percaya bahwa pemerintah China akan dapat mengelola masalah apa pun yang mungkin timbul dalam sistem perbankan di masa yang akan datang," jelas para ekonom Wells Fargo.

Mereka menambahkan bahwa China juga sedang menghadapi beberapa isu mendasar yang kemungkinan akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang bahkan lebih lamban di dekade berikutnya. Tidak hanya populasi pekerja di China akan mengalami penurunan di tahun-tahun mendatang, namun penumpukan leverage kemungkinan akan menghambat pertumbuhan belanja modal.

Sumber berita: ForexSignal88, FXStreet

Sumber gambar: Chinasourcing

Share This

Berita Forex Lainnya

June 08, 2018

Dolar AS Berada Di Level Terendah 3 Pekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan…
June 07, 2018

Komentar Optimistis Ekonom ECB Menjadi Beban Bagi Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Beban dolar AS pada sesi perdagangan kemarin datang dari euro di mana mata uang tunggal 19 negara Eropa tersebut tetap mendekati level tertinggi dua minggu terhadap banyak saingannya pada awal hari Kamis ini, pada…
June 06, 2018

Dolar AS Alami Saat-saat Tertekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin melemah…
June 05, 2018

Greenback Mulai Menyerang Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin menunjukkan…
June 04, 2018

Dominasi Dolar AS Hanyut Oleh Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih harus mengalami…