ForexSignal88.com l Jakarta, 08/09/2017 – Pound sterling kembali bergerak naik hingga mencapai level tertinggi dalam lima minggu terhadap dolar AS pada hari Jum’at pagi waktu London atau sore ini waktu Indonesia. Pound sterling menguat setelah rilis laporan ekonomi Inggris yang positif, sementara kekhawatiran mengenai dampak Badai Irma dan ketegangan dengan Korea Utara terus membebani greenback.

GBP/USD naik 0,2% pada $1,3150 saat berita ini ditulis.

Pound sterling meraih dukungan tambahan setelah Kantor Statistik Nasional Inggris mengatakan produksi manufaktur naik lebih dari perkiraan pada bulan Juli, sebesar 0,5%, sementara produksi industri meningkat sebesar 0,2%, sesuai dengan perkiraan.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa defisit perdagangan Inggris menyempit menjadi £11,58 miliar pada bulan Juli dari revisi £11,53 miliar pada bulan sebelumnya, di bawah ekspektasi pasar yaitu defisit yang melebar menjadi £11,95 miliar.

Sementara itu, sentimen pada greenback tetap rentan karena pasar memantau perkembangan Badai Irma. Badai kategori 5 tersebut diproyeksikan akan melanda Florida pada akhir pekan ini.

Para pelaku pasar sepertinya mengabaikan ucapan Presiden Federal Reserve New York William Dudley pada hari Kamis yang meminta bank sentral AS untuk terus menaikkan suku bunga karena inflasi yang rendah berpotensi segera rebound.

Para investor juga tampak berhati-hati di tengah spekulasi Korea Utara bisa meluncurkan rudal balistik antar benua pada hari Sabtu, yang akan menandai hari ulang tahun berdirinya negara tersebut.

Pada hari Kamis Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia lebih memilih untuk tidak menggunakan tindakan militer melawan Pyongyang untuk melawan ancaman nuklir dan rudalnya namun jika dia melakukannya maka akan menjadi "hari yang sangat menyedihkan" bagi kepemimpinan Korea Utara.

Sterling juga stabil terhadap euro, dengan EUR/GBP di £0,9172.

Mata uang tunggal 19 negara Eropa tetap didukung secara luas setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diharapkan dan memberi sinyal bahwa informasi mengenai pengurangan program pembelian aset bank sentral itu akan disampaikan pada bulan Oktober.

Presiden ECB Mario Draghi menambahkan bahwa prospek pertumbuhan dan inflasi di kawasan euro tetap "tidak berubah secara luas".

Sumber berita: ForexSignal88, Investing

Sumber gambar: Daily Express

Share This

Berita Forex Lainnya

February 15, 2018

Memasuki Sesi Eropa, Mata Uang Utama Masih Bombardir Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Seluruh mata uang utama, terutama yen Jepang, terus menggempur mata uang AS hingga kini memasuki sesi perdagangan Eropa. Dolar AS memperpanjang kerugiannya terhadap yen dan mencapai level terendah 15-bulan baru pada…
February 15, 2018

Yen dan Dolar Australia Masih Menekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanannya lanjutan dari mata uang utama Asia Pasifik, sebagai bentuk aksi beli mata uang Asia lagi…
February 15, 2018

Peningkatan Inflasi, Sebuah Tantangan Bagi Ketua Fed Baru

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Inflasi yang lebih cepat dari perkiraan dapat mempersulit tugas Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang baru saja menjabat, yang akan memimpin pertemuan penetapan kebijakan moneter pertamanya pada bulan Maret.…
February 15, 2018

Prakiraan PDB AS Diturunkan JPMorgan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – JPMorgan mengurangi ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS di kuartal pertama tahun ini akibat dari angka inflasi yang lebih ‘panas’ dari pada tahun lalu disertai pula memburuknya angka penjualan eceran awal tahun ini.…
February 15, 2018

Apakah Suku Bunga The Fed akan Naik Lebih dari 4 Kali di Tahun Ini?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan inflasi AS meningkat sehingga para komentator berspekulasi bahwa Federal Reserve, untuk tahun ini, dapat menaikkan suku bunga lebih dari tiga kali yang telah mereka lakukan…