ForexSignal88.com l Jakarta, 08/09/2017 – Sesuatu yang aneh sedang terjadi di Australia pada tahun ini. Di satu sisi kepercayaan bisnis melonjak, yang baru-baru ini mencapai titik tertinggi pra-GFC (global financial crisis), menurut survei bisnis bulanan National Australia Bank (NAB).

Sementara optimisme bisnis terus meningkat, hal yang sama tidak terlihat pada tingkat konsumen. Survei NAB terhadap para konsumen di Australia menunjukkan pesimisme konsumen saat dibandingkan dengan survei lain dari ANZ-Roy Morgan atau indeks sentimen konsumen yang dikeluarkan oleh Westpac.

Kesenjangan antara keyakinan bisnis dan keyakinan konsumen sekarang menjadi yang terlebar sejak tahun 2001 dan hanya ada sedikit tanda bahwa kesenjangan atau gap itu akan segera menyempit dalam waktu dekat. Memang, menurut tim ekonomi NAB, rentang waktu divergensi saat ini adalah paling lama yang terjadi sejak resesi terakhir Australia pada pertengahan tahun 1991.

Namun demikian kini Australia sedang tidak di dalam resesi baru yang seperti kita lihat kemarin ekonomi negara tersebut tumbuh lagi di kuartal Juni, memperpanjang pencapaian jangka waktu kondisi ekonomi Australia tanpa mengalami resesi hingga 26 tahun.

Data pasar tenaga kerja terbaru juga cukup kuat. Selain itu para pemilik rumah di ibu kota negara bagian Australia, di mana hampir mendekati 50% populasi penduduk Australia, telah menikmati kenaikan yang luar biasa pada kekayaan mereka berkat pertumbuhan harga rumah yang booming di Sydney dan Melbourne sejak krisis keuangan global.

Selanjutnya dari penelitian NAB terlihat pula tingkat pertumbuhan upah yang buruk Australia, seiring dengan tingkat pengangguran yang bertambah.

"Pembacaan literatur ekonomi kami menemukan empat variabel yang secara konsisten dapat menjelaskan tren keyakinan konsumen di seluruh dunia, yaitu pengangguran, upah, harga ekuitas dan harga rumah riil," kata NAB.

"Untuk Australia, variabel-variabel ini menjelaskan sekitar 63% keyakinan konsumen sepanjang waktu, sebuah tingkat dengan kekuatan penjelasan (menjelaskan situasi terkini) yang tinggi," tambah NAB.

Berdasarkan pemodelan yang dilakukan oleh NAB, ditemukan bahwa dari empat faktor yang mendorong perubahan kepercayaan konsumen secara global, persepsi terhadap tingkat pertumbuhan upah dan tingkat pengangguran telah menjadi faktor utama di balik penurunan baru-baru ini.

NAB menjelaskan, “Pertumbuhan upah yang lemah mengurangi tingkat keyakinan rata-rata konsumen, bersamaan dengan tingkat pengangguran," ujar NAB.

"Menariknya, harga ekuitas dan harga rumah riil tidak memberikan kontribusi terhadap kepercayaan konsumen seperti pada masa lalu, yang mungkin mencerminkan divergensi tren harga rumah dengan pertumbuhan harga rumah baru-baru ini yang terkonsentrasi di Sydney dan Melbourne dan kinerja ASX yang berkurang," NAB menjelaskan.

Namun, kabar buruknya adalah, menurut NAB, butuh waktu lama sampai Australia dapat melihat peningkatan tekanan upah yang berarti.

Pemodelan NAB menunjukkan bahwa pertumbuhan upah yang lemah saja telah mengurangi 10% kepercayaan konsumen Australia sejak GFC (krisis keuangan global). Untuk membalikkan separuh dari penurunan tersebut, diperkirakan bahwa pertumbuhan upah tahunan - yang saat ini berjalan sebesar 1,9% - akan perlu meningkat menjadi 3% per tahun pada periode yang akan datang.

Baik pemerintah federal maupun Reserve Bank of Australia (RBA) berpikir bahwa tekanan upah akan meningkat di tahun-tahun depan namun semua harapan itu tampaknya masih jauh dari kenyataan.

Jadi singkatnya, penelitian dari NAB menggarisbawahi betapa pentingnya data pasar tenaga kerja yang akan datang dalam menentukan prospek tekanan upah dan inflasi serta kinerja ekonomi Australia yang lebih luas juga pada prospek suku bunga resmi RBA.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Insider

Sumber gambar: The Australian Workers' Union

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

February 15, 2018

Memasuki Sesi Eropa, Mata Uang Utama Masih Bombardir Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Seluruh mata uang utama, terutama yen Jepang, terus menggempur mata uang AS hingga kini memasuki sesi perdagangan Eropa. Dolar AS memperpanjang kerugiannya terhadap yen dan mencapai level terendah 15-bulan baru pada…
February 15, 2018

Yen dan Dolar Australia Masih Menekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami tekanannya lanjutan dari mata uang utama Asia Pasifik, sebagai bentuk aksi beli mata uang Asia lagi…
February 15, 2018

Peningkatan Inflasi, Sebuah Tantangan Bagi Ketua Fed Baru

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Inflasi yang lebih cepat dari perkiraan dapat mempersulit tugas Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang baru saja menjabat, yang akan memimpin pertemuan penetapan kebijakan moneter pertamanya pada bulan Maret.…
February 15, 2018

Prakiraan PDB AS Diturunkan JPMorgan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – JPMorgan mengurangi ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS di kuartal pertama tahun ini akibat dari angka inflasi yang lebih ‘panas’ dari pada tahun lalu disertai pula memburuknya angka penjualan eceran awal tahun ini.…
February 15, 2018

Apakah Suku Bunga The Fed akan Naik Lebih dari 4 Kali di Tahun Ini?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan inflasi AS meningkat sehingga para komentator berspekulasi bahwa Federal Reserve, untuk tahun ini, dapat menaikkan suku bunga lebih dari tiga kali yang telah mereka lakukan…