ForexSignal88.com l Jakarta, 07/09/2017 – Dolar AS jatuh terhadap yen di awal sesi Asia pada hari Rabu ini saat pasar menunggu data upah Jepang dan PDB Australia.

USD/JPY berpindah tangan di 108,56, turun 0,15%, sementara AUD/USD diperdagangkan di 0,8001, naik 0,06%.

Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan tertimbang enam mata uang utama, terakhir dikutip turun 0,31% menjadi 92,28.

Jepang melaporkan pendapatan kas rata-rata dengan perkiraan para ekonom untuk kenaikan 0,5% pada bulan Agustus. Di Australia, PDB untuk kuartal kedua diperkirakan menunjukkan kenaikan 0,9% yang dan kenaikan 1,9% pada basis tahunan.

Semalam dolar AS berada di bawah tekanan karena meningkatnya ketegangan antara AS dan Korea Utara membuat permintaan untuk mata uang safe haven semakin stabil sementara pejabat tinggi Federal Reserve mendesak agar tingkat suku bunga terus meningkat sampai laju inflasi membaik.

Dolar AS memulai pekan ini dengan nada negatif menyusul libur umum Hari Buruh pada hari Senin, karena para investor menjauh dari aset-aset berisiko setelah uji coba bom hidrogen Korea Utara yang dilakukan akhir pekan lalu.

Pada hari Senin AS memperingatkan bahwa Korea Utara "memohon untuk perang" dan AS juga meminta PBB untuk menanggapi uji coba bom nuklir terbesar dan paling kuat yang dilakukan Pyongyang itu dengan sanksi yang lebih keras untuk mencegah rezim Jon Un tersebut melakukan uji coba nuklir lebih lanjut.

Meningkatnya ketidakpastian geopolitik memicu permintaan mata uang safe haven seperti yen dan franc Swiss dan membebani greenback.

Para investor sempat mengalihkan fokus pada kebijakan moneter setelah Gubernur Fed Lael Brainard mendesak bank sentral AS untuk menunda kenaikan suku bunga karena laju inflasi tetap tertahan.

Komentar Brainard datang beberapa jam sebelum pidato oleh Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Presiden Neel Kashkari dan Presiden Bank Sentral Dallas Robert Kaplan.

Euro dan pound sterling mendapat keuntungan dari kemerosotan di greenback. Pound sterling melonjak di atas $1,3000 untuk pertama kalinya dalam tiga minggu.

Kenaikan euro juga terjadi menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis besok.

Sumber berita: ForexSignal88, Investing

Sumber gambar: Softlayer

Share This

Berita Forex Lainnya

September 22, 2017

Dolar AS Masih Alami Tekanan di Sesi Penutupan Pekan Ini

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2017 – Dolar AS tetap melemah terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jum’at di sekitar pertengahan sesi Eropa meskipun data AS baru-baru ini membaik dan peluang untuk kenaikan suku bunga lain oleh Federal Reserve tahun…
September 22, 2017

Sterling Sedikit Tertekan Menjelang Pidato PM May

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2017 – Pound sterling tertekan oleh euro dan dolar AS karena kegugupan pasar menjelang pidato Brexit dari Perdana Menteri UK Theresa May di Florence, Italia pada hari ini. Namun sterling bisa melonjak tergantung pada…
September 22, 2017

Gubernur RBA: Ada Tiga Isu utama yang Dihadapi Ekonomi Australia

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2017 – Australia perlu merangkul teknologi, mengembangkan hubungannya dengan ekonomi utama Asia dan dengan hati-hati mengatur hutang rumah tangga karena kebijakan moneter global mulai mengetat, demikian yang disampaikan…
September 22, 2017

Brexit: Kompensasi Keluarnya Inggris Dari Eropa Senilai €20 Milyar

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2017 – Sesaat jelang PM Inggris Theresa May berbicara pada pertemuan Uni Eropa di Florence nanti sore, kantor perdana menteri di Downong Street 10 menyatakan bahwa Inggris akan memberikan uang senilai €20 milyar atau £18…
September 22, 2017

Korea Akan Memanas Kembali, Safe Haven Yen Muncul Sejenak

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2017 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang pasar Eropa dibuka di Jumat akhir pekan ini, secara umum dolar AS kali ini mengalami tekanan dari mata uang utama Asia Pasifik, khususnya yen dimana situasi…