ForexSignal88.com l Jakarta, 01/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat pasca turunnya kinerja industri Jepang.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1602, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3029, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7214 dan USDJPY ditutup menguat di level 113,67.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1607, GBPUSD bergerak di level 1,3041 AUDUSD di level 0,7221 dan yen di level 113,76.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan sangat membaik dengan pendorong setelah beberapa pelaku pasar kembali melakukan aksinya untuk mengoleksi kembali kepemilikan dolar AS yang muncul setelah Fed meeting yang memutuskan kenaikan suku bunga yang ketujuh pasca krisis 2008 sejak dimulai Desember 2015 sebesar 25 bps menjadi 2,25%.

Ketua Fed Jerome Powell menyatakan bahwa ekonomi AS masih butuh kenaikan suku bunganya sehingga lebih lanjut kenaikan masih akan ada kepastiannya. Kondisi ini sempat membuat Presiden Trump mengeluarkan komentar dimana dirinya kurang suka dengan kenaikan suku bunga the Fed, di mana Trump beranggapan bahwa situasi ini akan dimanfaatkan pihak luar AS dengan memanfaatkan defisit perdagangan yang makin melebar sehingga makin sewenang-wenang terhadap AS.

Sepertinya ini merupakan sedikit himbauan agar dolar tidak terlalu menguat lebih besar pasca kenaikan suku bunganya. Namun data pertumbuhan periode bulan lalu mengalami kenaikan yang cukup signifikan serta data pesanan barang AS juga naik. Penguatan dolar berhasil dilakukan berkat pernyataan Powell bahwa ekonomi AS sangat kuat dan butuh kenaikan suku bunga lebih lanjut. Namun di akhir pekan, penguatan dooar terbantu oleh defisit Italia yang melebar akan tetapi data inflasi AS sedang menurun sehingga dukungan kenaikan suku bunga Fed sedikit berkurang.

Sebelumnya dolar AS gagal menjalankan fungsinya sebagai mata uang safe haven setelah Presiden Trump memberikan tarif baru kepada China dan berbalas dengan tarif juga dari China, sehingga bank sentral China dan beberapa bank sentral lainjya melakukan aksi menurunkan nilai mata uangnya demi mencegah dolar AS menguat. Aksi ini dilakukan guna mencegah turunnya kinerja ekonomi China dan negara lainnya.

Sebetulnya pasar ingin bank sentral lain ikut melakukan usahanya menaikkan suku bunganya. Harapannya permasalahan penguatan dolar juga akan segera berakhir agar Trump tidak mengeluarkan komentar kembali. Namun sayang kinerja industri di China dan Jepang sedang menurun sehingga usaha menekan dolar juga masih sulit apalagi pasar keuangan di Australia dan China sedang libur.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

December 14, 2018

Euro dan Sterling Tekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Euro bertahan stabil terhadap dolar AS, meskipun berakhir sedikit negatif, pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB), seperti yang diperkirakan, menghentikan pembelian obligasi baru dan berjanji untuk…
December 14, 2018

Kisruh 'BACKSTOP' Terus Mengganjal Skenario 'SOFT BREXIT'

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris sementara ini aman. Ini setelah May memenangi pemungutan suara di parlemen pada Kamis (13/12/2018) dini hari WIB. Namun, perjuangan May demi kesepakatan Brexit dengan…
December 13, 2018

Keyakinan Tory Tenggelamkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Pukulan keras pound sterling dan rival greenback lainnya pada hari Rabu memaksa mata uang AS tersebut melepas penguatan di dua sesi sebelumnya. Tekanan jual terhadap dolar AS terjadi karena data inflasi konsumen yang…
December 13, 2018

BREXIT : Situasi Semakin TIDAK KONDUSIF, PM Inggris Theresa May ke Berlin Minta Bantuan Angela Merkel

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Setelah secara mengejutkan membatalkan pemungutan suara di parlemen, Perdana Menteri Inggris Theresa May berangkat ke Berlin hari Selasa untuk berkonsultasi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Sebelumnya May bertemu…
December 12, 2018

Pasar Keuangan Mulai Bertaruh Adanya 'PEMANGKASAN FED RATE

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/12/2018 – Pasar keuangan mulai meragukan laju kenaikan suku bunga Federal Reserve alias Fed Fund Rate tahun depan. Bank sentral Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan untuk…