ForexSignal88.com l Jakarta, 01/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat kembali terkait dengan rencana tarif baru dari Trump.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanan kepada beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1665, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3012, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7264 dan USDJPY ditutup melemah di level 110,96.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1668, GBPUSD bergerak di level 1,3015, AUDUSD di level 0,7257 dan yen di level 111,02.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan sedikit berhasil membaik dengan pemicu setelah beberapa pelaku pasar melihat aksi mengoleksi kembali dolar AS yang muncul membaiknya data ekonomi AS.

Sebelumnya komentar Trump dan Powell sempat membuat perubahan tren yang melemah bagi dolar AS di mana the Fed diharapkan memikirkan kenaikan suku bunganya. Namun faktor hasil data ekonomi AS yang membaik telah menjadi bukti bahwa memang data tidak bisa dikalahkan dengan verbal intervensi sehingga lambat laun dolar AS kembali menguat kembali.

Faktor keberhasilan perundingan perpisahan Inggris dari Uni Eropa atau Brexit dan segera ikut sertanya Kanada dalam NAFTA, kemungkinan besar mendukung upaya greenback untuk tertekan lagi di hari ini, mengingat upaya Trump dan Powell mendapat sambutan positif pasar dengan langkah beberapa bank sentral dunia lainnya yang ingin agar mata uangnya juga tidak terlalu juga menguat terhadap dolar AS.

Kondisi tensi perang dagang yang sedikit memudar memang akan membuat aksi safe haven berakhir dan tampaknya tren ini sedang berlangsung sepanjang hari ini dengan harapan ini bisa terjaga dengan melemahnya dolar AS.

Namun sayangnya Trump tidak mengendurkan sarafnya untuk terus menekan China di mana $200 milyar produk China sudah disiapkan untuk mengalami tarif baru sehingga tensi perang dagang sudah siap-siap untuk memanas kembali. Kondisi ini memang akan menjadi sinyal bagi aksi safe haven dolar.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

September 19, 2018

Dolar AS Menekan Jelang Bank Sentral Jepang Umumkan Kebijakan Baru

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat sejenak terkait dengan rencana pengumuman kebijakan…
September 18, 2018

Dolar AS Menekan Pasca Pengumuman Tarif Baru Trump

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat sejenak terkait dengan rencana pengumuman tarif baru…
September 17, 2018

Dolar AS Masih Dalam Tekanan Jelang Pengumuman Tarif Baru Trump

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit melemah sejenak terkait dengan rencana pengumuman…
September 14, 2018

Dolar AS Masih Dalam Tekanan Inflasi Yang Rendah

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit melemah sejenak terkait dengan akan rendahnya inflasi…
September 13, 2018

Pasca Surat Mnuchin, Dolar AS Masih Dalam Tekanan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit melemah sejenak terkait dengan akan redanya tensi…