ForexSignal88.com l Jakarta, 05/04/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih mengalami stagnan terhadap mata uang utama dunia, namun menguat terhadap yen, di mana investor sedang waspada tinggi pasca pengenaan tarif impor China terhadap produk-produk asal AS.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback mengalami tekanannya dari mata uang utama dunia lainnya, kecuali terhadap yen, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,2277, GBPUSD ditutup menguat di level 1,4076, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7714 dan USDJPY ditutup menguat di level 106,77. Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,2281, GBPUSD bergerak di level 1,4083, AUDUSD di level 0,7712 dan yen di level 106,93.

Sebelumnya nilai dolar AS dalam tekanan karena didukung oleh upaya China yang akan mengenakan tarif impor baru kepada beberapa produk asal AS dengan nilai sekitar $50 milyar sebagai bentuk dari perlawanan Beijing terhadap kiprah Gedung Putih yang sebelumnya juga akan segera menelantarkan sekitar 1300 industri China sebagai dampak dari kesewenang-wenangan Presiden Trump sebelumnya.

Sebelumnya dari pihak China sendiri di awal pekan lalu telah melakukan pengenaan tarif impor terhadap 128 produk asal AS dengan nilai hampir $3 milyar per tahun. Menurut Kementerian Keuangan China sendiri, usaha proteksi atau pengenaan tarif impor ini sudah sesuai dengan aturan dari WTO dan pihak China sendiri tidak akan melakukan banding terhadap kebijakan proteksi dari AS sehingga dapat diartikan bahwa perang dagang yang sesungguhnya sudah dikobarkan oleh China.

Genderang perang dagang ini menurut banyak pihak tidak akan memberikan keuntungan bagi semua pihak, termasuk pihak AS dan China itu sendiri, sehingga investor akan lebih memilih jalan untuk menyelamatkan aset-asetnya dengan mencari aset yang aman seperti yen dan Swiss franc.

Situasi pagi ini membuat investor kembali memegang dolar AS lagi di mana tidak ada rasa kekhawatiran bahwa akan ada dampak dari perang dagang ini bisa membuat surat hutang pemerintah AS akan dijual secara besar-besaran oleh pihak China. Seperti diketahui bahwa China merupakan negara terbesar di dunia yang memegang surat hutang pemerintah AS, sehingga dikhawatirkan aoan terjadi tindakan balasan jika Trump terus menekan China.

Jawaban dari dolar AS sendiri karena ada dukungan yang cukup solid dari kinerja ekonomi AS, di mana beberapa data khususnya data yang berhubungan dengan laju pertumbuhan ekonomi, memang cukup mendukung terhadap kenaikan suku bunga the Fed itu sendiri.

Sedangkan beberapa data ekonomi di luar AS, memang cukup sulit untuk mendukung kenaikan suku bunganya. Setidaknya pada kuartal kedua ini, memang kesempatan kenaikan suku bunga the Fed lebih besar daripada bank-bank sentral dunia lainnya.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

December 14, 2018

Euro dan Sterling Tekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Euro bertahan stabil terhadap dolar AS, meskipun berakhir sedikit negatif, pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB), seperti yang diperkirakan, menghentikan pembelian obligasi baru dan berjanji untuk…
December 14, 2018

Kisruh 'BACKSTOP' Terus Mengganjal Skenario 'SOFT BREXIT'

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris sementara ini aman. Ini setelah May memenangi pemungutan suara di parlemen pada Kamis (13/12/2018) dini hari WIB. Namun, perjuangan May demi kesepakatan Brexit dengan…
December 13, 2018

Keyakinan Tory Tenggelamkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Pukulan keras pound sterling dan rival greenback lainnya pada hari Rabu memaksa mata uang AS tersebut melepas penguatan di dua sesi sebelumnya. Tekanan jual terhadap dolar AS terjadi karena data inflasi konsumen yang…
December 13, 2018

BREXIT : Situasi Semakin TIDAK KONDUSIF, PM Inggris Theresa May ke Berlin Minta Bantuan Angela Merkel

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Setelah secara mengejutkan membatalkan pemungutan suara di parlemen, Perdana Menteri Inggris Theresa May berangkat ke Berlin hari Selasa untuk berkonsultasi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Sebelumnya May bertemu…
December 12, 2018

Pasar Keuangan Mulai Bertaruh Adanya 'PEMANGKASAN FED RATE

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/12/2018 – Pasar keuangan mulai meragukan laju kenaikan suku bunga Federal Reserve alias Fed Fund Rate tahun depan. Bank sentral Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan untuk…