ForexSignal88.com l Jakarta, 03/04/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih mengalami tekanan dari mata uang utama dunia, sebagai bentuk kewaspadaan tinggi investor pasca pengenaan tarif impor China terhadap produk-produk asal AS.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan awal pekan kemarin, kondisi greenback mengalami tekanannya dari mata uang utama dunia lainnya, kecuali terhadap euro dan dolar Australia, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,2301, GBPUSD ditutup menguat di level 1,4043, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7661 dan USDJPY ditutup melemah di level 105,87. Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,2305, GBPUSD bergerak di level 1,4055, AUDUSD di level 0,7671 dan yen di level 105,86.

Sebelumnya nilai dolar AS membaik karena didukung oleh upaya China dan AS yang secara diam-diam sedang berunding untuk menyepakati pemberian keleluasaan AS dalam mengekspor produknya dan ingin China membuka investasi di sektor perbankannya. Taktik proteksi perdagangan Trump telah berhasil menekan China untuk berunding kembali agar menyepakati ulang masalah kerjasama bisnisnya dengan AS, sehingga perlahan-lahan bisa memperbaiki kerjasama bisnis dari pihak AS.

Namun sayangnya kondisi ini berbalik setelah China telah melakukan pengenaan tarif impor terhadap 128 produk asal AS dengan nilai hampir $3 milyar per tahun. Menurut Kementerian Keuangan China sendiri, usaha proteksi atau pengenaan tarif impor ini sudah sesuai dengan aturan dari WTO dan pihak China sendiri tidak akan melakukan banding terhadap kebijakan proteksi dari AS sehingga dapat diartikan bahwa perang dagang yang sesungguhnya sudah dikobarkan oleh China.

Genderang perang dagang ini menurut banyak pihak tidak akan memberikan keuntungan bagi semua pihak, termasuk pihak AS dan China itu sendiri, sehingga investor akan lebih memilih jalan untuk menyelamatkan aset-asetnya dengan mencari aset yang aman seperti yen dan Swiss franc.

Yen sendiri sedikit mengalami tekanan pagi ini setelah sebelumnya menguat cukup signifikan.

Dolar Australia sedikit membaik jelang penentuan suku bunganya dengan perkiraan tidak ada perubahan kenaikan suku bunga RBA. Seperti kita ketahui bahwa bank sentral Australia, RBA sangat hati-hati untuk meningkatkan suku bunganya, mengingat masalah tenaga kerja dan laju pertumbuhan Australia sendiri sedang meredup dan masih khawatir dengan beberapa kebijakan AS yang sedikit banyak mempengaruhi kinerja tambang asal Australia.

Australia sendiri merupakan negara yang sangat bergantung dari hasil tambang logamnya untuk menopang kinerja ekonominya, sementara di sisi AS telah terjadi penerapan tarif tambahan bagi produk impor logam, sehingga dapat dipastikan kondisi ini akan mengurangi laju kinerja ekonomi Australia. Bila RBA rate hari ini tidak berubah, maka dapat dipastikan dolar AS masih bisa menekan.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

December 14, 2018

Euro dan Sterling Tekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Euro bertahan stabil terhadap dolar AS, meskipun berakhir sedikit negatif, pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB), seperti yang diperkirakan, menghentikan pembelian obligasi baru dan berjanji untuk…
December 14, 2018

Kisruh 'BACKSTOP' Terus Mengganjal Skenario 'SOFT BREXIT'

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris sementara ini aman. Ini setelah May memenangi pemungutan suara di parlemen pada Kamis (13/12/2018) dini hari WIB. Namun, perjuangan May demi kesepakatan Brexit dengan…
December 13, 2018

Keyakinan Tory Tenggelamkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Pukulan keras pound sterling dan rival greenback lainnya pada hari Rabu memaksa mata uang AS tersebut melepas penguatan di dua sesi sebelumnya. Tekanan jual terhadap dolar AS terjadi karena data inflasi konsumen yang…
December 13, 2018

BREXIT : Situasi Semakin TIDAK KONDUSIF, PM Inggris Theresa May ke Berlin Minta Bantuan Angela Merkel

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Setelah secara mengejutkan membatalkan pemungutan suara di parlemen, Perdana Menteri Inggris Theresa May berangkat ke Berlin hari Selasa untuk berkonsultasi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Sebelumnya May bertemu…
December 12, 2018

Pasar Keuangan Mulai Bertaruh Adanya 'PEMANGKASAN FED RATE

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/12/2018 – Pasar keuangan mulai meragukan laju kenaikan suku bunga Federal Reserve alias Fed Fund Rate tahun depan. Bank sentral Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan untuk…