ForexSignal88.com l Jakarta, 22/02/2018 – Tahun 2008 lalu, Lehman Brothers di tutup oleh pemerintah AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah saat itu hampir mirip dengan kenaikan hari ini levelnya.

Pasar harus mewaspadai pergerakan suku bunga acuan the Fed, demikian ungkap Andrew Brenner dari National Alliance. Menurut Brenner bahwa the Fed telah bergerak menormalisasi suku bunganya dan telah mendorong kenaikan 5 kali mengakhiri episode ZIRP, zero interest rate policy atau kebijakan suku bunga nol persen, yang di mulai sejak akhir 2008 dalam kondisi panasnya krisis keuangan dengan pemicu gagal bayarnya Lehman Brothers.

Kondisi imbal hasil di Mei 2008 sekitar 3,04%, selanjutnya mulai turun dan bermasalah di tahun itu juga. Kondisi saat ini hampir mirip ketika Lehman Brothers ditutup 15 September 2008. Yield atau imbal hasil di Selasa malam mencapai level tertinggi 2,28%, atau tertinggi sejak 19 September 2008, dan yield obligasi 2 tahun semalam berada di 2,25%, demikian menurut Tradeweb.

Menurut Ward McCarthy dari Jefferies, bahwa investor sekarang ini harus lebih terbiasa dengan kondisi yield obligasi 2 tahun yang terus meningkat lebih tinggi dari tingkat suku bunga jangka pendek.

Penutupan Lehman dan kegagalan institusi lainnya mengakibatkan pelonggaran kebijakan moneter the Fed yang luar biasa lama, yang secara perlahan suku bunga bisa naik baru 2 tahun ini. Akhir tahun lalu, the Fed memulai proses penyusutan defisit neracanya yang telah membengkak defisitnya lebih dari $4 trilyun karena program pembelian kembali surat hutangnya dan sekuritas lainnya. Di saat Lehman tutup, pasar dicekam oleh rasa takut dan yield 2 tahun yang turun di bawah 1% hingga 2016 lalu.

Semalam the Fed memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga bisa terjadwal 3 kali di tahun ini, dan pasar mengharapkan kenaikan pertama pada rapat suku bunganya di 21 Maret nanti. Namun menurut Brenner bahwa banyak pengamat berpandangan mengenai kenaikan suku bunga bisa 4 kali hingga ke level 2,5%.

Brenner juga menyatakan bahwa sepertinya Fed akan agresif dalam waktu dekat bersamaan dengan lelang obligasi pemerintah, sehingga pasar harus sangat waspada karena ini bisa mempengaruhi segala jenis pinjaman bisnis dan konsumen AS termasuk juga hipotek, di mana Lehman dulu juga tersandung masalah hipotek tersebut.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters,

Sumber gambar: Fortune

Share This

Berita Forex Lainnya

December 11, 2018

Bank Dunia : Banyak Tantangan yang Dihadapi Negara-negara di Kawasan Asia Timur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa negara di Kawasan Asia Timur menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang baik. Ini bisa dilihat dari pertumbuhan domestik bruto (PDB) yang meningkat sejak tahun 2000 dan beberapa…
December 11, 2018

BREXIT : May Menunda Voting Parlemen Mengakibatkan GBPUSD Sentuh Harga Terendah 2018

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Perdana Menteri Inggris Theresa Mei mengumumkan pada Senin kemarin bahwa ia akan menunda pemungutan suara pada perjanjian penarikan yang dinegosiasikannya dengan Uni Eropa, daripada menghadapi kerugian yang…
December 11, 2018

Dolar AS Nikmati Kisruh Politik Inggris

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Dolar AS menguat terhadap para rivalnya pada hari Senin, dibantu oleh penurunan tajam dan drastis yang dialami pound sterling. Mata uang Inggris tersebut anjlok posisi terendah 21-bulan setelah Perdana Menteri Inggris…
December 10, 2018

Tangkal Berita HOAKS jelang pemilu, Uni Eropa Kucurkan Dana US$ 2,1 Juta

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Komisi Uni Eropa menginginkan Facebook, Twitter dan Google untuk melaporkan secara teratur terkait berita palsu atau hoax maupun disinformasi berita dalam masa kampanye jelang Pemilihan Eropa pada bulan Mei 2019.…
December 10, 2018

NFP Mengecewakan, Greenback Tertekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Dolar AS membuka perdagangan pekan ini dengan sebuah penguatan setelah ada kabar geopolitik Jerman dan Inggris yang negatif bagi euro dan pound sterling namun positif bagi yen Jepang. Sebelumnya, pada sesi perdagangan…