ForexSignal88.com l Jakarta, 21/02/2018 – Para pengamat dan analis mulai berkalkulasi apakah European Central Bank (ECB) dapat segera memulai secara agresif langkah pengurangan program stimulusnya yang masif, dengan seorang ekonom Jerman yang hawkish diperkirakan akan mengambil alih kendali bank sentral tersebut.

Menteri Ekonomi Spanyol Luis de Guindos akan segera menjadi wakil presiden berikutnya di ECB, setelah saingannya dari Irlandia keluar dari kompetisi pada hari Senin dan mendukung politisi Spanyol itu meraih posisi tersebut. Perkembangan tersebut menyebabkan banyak orang kini menduga bahwa presiden ECB berikutnya lebih mungkin berasal dari negara Eropa utara demi keseimbangan kekuatan dan karena itu dapat memiliki pandangan yang lebih hawkish bila dibandingkan dengan Mario Draghi yang masa jabatannya akan berakhir tahun depan.

James Nixon, kepala ekonom Eropa di Oxford Economics mengatakan kepada CNBC pada hari Selasa, tentang pengangkatan Luis de Guindos bahwa pasar harus melihatnya dalam konteks yang lebih luas dari semua jabatan lain yang ditawarkan.

Nixon mengatakan bahwa para kandidat dari Jerman mungkin kekurangan legitimasi di bank sentral tersebut dan mereka masih sangat mengkhawatirkan dampak dari pelonggaran kuantitatif, sebuah program stimulus besar-besaran menyusul krisis utang zona euro tahun 2011 yang dirancang untuk meningkatkan pinjaman namun juga membuat inflasi semakin membara.

Inflasi adalah sebuah kekhawatiran khusus di Jerman karena negara tersebut masih dihantui oleh hiperinflasi pada tahun 1920-an dan ekonom papan atas dari negara itu seperti Presiden Bundesbank Jens Weidmann pun telah menyuarakan kekhawatirannya terhadap terlalu banyaknya pembelian obligasi yang dilakukan ECB.

Nixon melihat gambaran yang lebih luas di mana Prancis sangat tertarik agar Pierre Moscovici dapat mengambil posisi di Komisi Eropa dan orang-orang Jerman benar-benar merasa bahwa kini giliran merekalah untuk menjadi pimpinan ECB, jadi mereka ingin Weidmann bergerak untuk meraih jabatan strategis itu.

ECB adalah sebuah badan zona euro yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter, yang secara efektif menentukan biaya pinjaman untuk kreditor dan peminjam. Mandat utamanya adalah memastikan harga stabil dan dengan demikian mengerakkan kebijakan moneter sesuai dengan angka inflasi. Presiden ECB memang memiliki dewan eksekutif dan Dewan Kebijakan untuk bersama-sama membuat keputusan, namun tetap dianggap sebagai tokoh sentral yang sangat berpengaruh dalam pembuatan kebijakan bank tersebut.

Belakangan ini Weidmann sering disebut-sebut sebagai pengganti Draghi. Bahkan menurut UBS dalam sebuah catatannya pada Senin malam, Weidmann adalah orang yang paling mungkin untuk mengambil jabatan presiden ECB pada bulan November 2019.

"Bagian signifikan dari Dewan Kebijakan ECB biasanya memberi suara kepada presiden. Jika tren ini berlanjut, dan dengan Jens Weidmann yang memimpin, ini bisa mengarah pada jalur normalisasi tingkat kebijakan yang lebih cepat, dimulai pada paruh kedua tahun 2019," kata UBS.

Pengetatan moneter ECB yang lebih agresif kelak akan menjadi penyeimbang prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve yang juga diyakini akan agresif.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC

Sumber gambar: Blog.FT.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

December 11, 2018

Bank Dunia : Banyak Tantangan yang Dihadapi Negara-negara di Kawasan Asia Timur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa negara di Kawasan Asia Timur menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang baik. Ini bisa dilihat dari pertumbuhan domestik bruto (PDB) yang meningkat sejak tahun 2000 dan beberapa…
December 11, 2018

BREXIT : May Menunda Voting Parlemen Mengakibatkan GBPUSD Sentuh Harga Terendah 2018

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Perdana Menteri Inggris Theresa Mei mengumumkan pada Senin kemarin bahwa ia akan menunda pemungutan suara pada perjanjian penarikan yang dinegosiasikannya dengan Uni Eropa, daripada menghadapi kerugian yang…
December 11, 2018

Dolar AS Nikmati Kisruh Politik Inggris

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Dolar AS menguat terhadap para rivalnya pada hari Senin, dibantu oleh penurunan tajam dan drastis yang dialami pound sterling. Mata uang Inggris tersebut anjlok posisi terendah 21-bulan setelah Perdana Menteri Inggris…
December 10, 2018

Tangkal Berita HOAKS jelang pemilu, Uni Eropa Kucurkan Dana US$ 2,1 Juta

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Komisi Uni Eropa menginginkan Facebook, Twitter dan Google untuk melaporkan secara teratur terkait berita palsu atau hoax maupun disinformasi berita dalam masa kampanye jelang Pemilihan Eropa pada bulan Mei 2019.…
December 10, 2018

NFP Mengecewakan, Greenback Tertekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Dolar AS membuka perdagangan pekan ini dengan sebuah penguatan setelah ada kabar geopolitik Jerman dan Inggris yang negatif bagi euro dan pound sterling namun positif bagi yen Jepang. Sebelumnya, pada sesi perdagangan…