ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Dolar AS bergerak lebih tinggi terhadap sejumlah mata uang pada hari Selasa, melanjutkan rebound dari posisi terendah tiga tahun terakhir yang disentuh pada hari Jumat, namun prospek tersebut tetap tertutupi oleh kekhawatiran pasar mengenai prospek defisit fiskal AS.

Data CNBC pada Selasa sore menjelang malam ini menunjukkan Indeks Dolar AS, indeks yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,57% pada level 89,60.

Dolar AS telah melemah dalam beberapa bulan terakhir karena ekspektasi laju suku bunga lebih cepat oleh Federal Reserve telah diimbangi oleh berbagai kekhawatiran pada beberapa hal termasuk yang bernuansa politis.

Greenback telah terpukul oleh kekhawatiran bahwa pemotongan pajak perusahaan yang besar dan peningkatan belanja pemerintah akan berdampak negatif pada defisit fiskal SA, yang diproyeksikan akan mencapai sekitar $1 triliun pada tahun 2019.

Pemangkasan pajak dan rencana pengeluaran bisa menjadi bumerang karena terlalu panasnya ekonomi yang sudah kuat dan menyebabkan kenaikan inflasi yang tidak diinginkan.

Ekspektasi untuk tingkat pengetatan moneter yang lebih cepat di luar AS, yang akan mengurangi perbedaan suku bunga antara The Fed dan bank sentral utama lainnya, telah mengikis daya tarik relatif dolar AS di mata para investor global.

Hingga sore ini Dolar AS menguat terhadap yen, dengan USD/JPY naik 0,57% menjadi ¥107,19, memperpanjang pullback dari posisi terendah 15 bulan di hari Jumat di ¥105,53.

Euro melemah terhadap greenback, dengan EUR/USD turun 0,45% menjadi $1,2346, mundur lebih jauh dari level tertinggi tiga tahun di hari Jumat di $1,2554.

Dolar AS juga memukul pound sterling dengan GBP/USD turun 0,26% menjadi diperdagangkan di $1,3930.

Saat berita ini ditulis para pedagang forex sedang menunggu rilis survei ekonomi ZEW Jerman dan zona euro. Selain itu fokus utama pasar juga tetap melekat pada rilis notulen pertemuan kebijakan terakhir The Fed (FOMC) pada Kamis dini hari waktu Indonesia barat.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Daily Express

Share This

Berita Forex Lainnya

December 11, 2018

Bank Dunia : Banyak Tantangan yang Dihadapi Negara-negara di Kawasan Asia Timur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa negara di Kawasan Asia Timur menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang baik. Ini bisa dilihat dari pertumbuhan domestik bruto (PDB) yang meningkat sejak tahun 2000 dan beberapa…
December 11, 2018

BREXIT : May Menunda Voting Parlemen Mengakibatkan GBPUSD Sentuh Harga Terendah 2018

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Perdana Menteri Inggris Theresa Mei mengumumkan pada Senin kemarin bahwa ia akan menunda pemungutan suara pada perjanjian penarikan yang dinegosiasikannya dengan Uni Eropa, daripada menghadapi kerugian yang…
December 11, 2018

Dolar AS Nikmati Kisruh Politik Inggris

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Dolar AS menguat terhadap para rivalnya pada hari Senin, dibantu oleh penurunan tajam dan drastis yang dialami pound sterling. Mata uang Inggris tersebut anjlok posisi terendah 21-bulan setelah Perdana Menteri Inggris…
December 10, 2018

Tangkal Berita HOAKS jelang pemilu, Uni Eropa Kucurkan Dana US$ 2,1 Juta

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Komisi Uni Eropa menginginkan Facebook, Twitter dan Google untuk melaporkan secara teratur terkait berita palsu atau hoax maupun disinformasi berita dalam masa kampanye jelang Pemilihan Eropa pada bulan Mei 2019.…
December 10, 2018

NFP Mengecewakan, Greenback Tertekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Dolar AS membuka perdagangan pekan ini dengan sebuah penguatan setelah ada kabar geopolitik Jerman dan Inggris yang negatif bagi euro dan pound sterling namun positif bagi yen Jepang. Sebelumnya, pada sesi perdagangan…