ForexSignal88.com l Jakarta, 10/01/2018 – Pada perdagangan hari ini sepertinya dolar AS atau greenback kemungkinan besar ingin mempertahankan penguatannya dengan berharap kepada sentimen investor yang memandang bahwa kondisi ekonomi AS baik-baik saja sehingga ada dorongan kuat terhadap kepastian kenaikan suku bunga The Fed yang lebih kuat di tahun ini.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback memberikan tekanan kepada mata uang utama dunia lainnya dan emas, kecuali yen, sehingga hal ini mengakibatkan EUR/USD ditutup melemah di level 1,1936, GBP/USD ditutup melemah di level 1,3539, AUD/USD ditutup melemah di level 0,7823 dan USD/JPY ditutup melemah di level 112,64. Sekaligus membuat harga emas kontrak Februari di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $6,50 atau 0,49% di level $1313,90 per troy ounce.

Data tenaga kerja di periode terakhir cukup mempengaruhi kehendak investor dan pasar lainnya bahwa kenaikan suku bunga The Fed masih bisa naik minimal 3 kali lagi di tahun. Sisi pemotongan pajak yang baru juga bisa menaikkan inflasi AS di tahun ini dengan cepat setelah pekerja mendapatkan kenaikan upah dan tambahan bonus sebagai dampak langsung reformasi fiskal tersebut.

Inflasi yang selalu dikeluhkan pejabat The Fed mungkin akan segera mendekati angka 2% sesuai targetnya, dimana akhir pekan ini akan dirilis dengan perkiraan akan membaik. Namun kami sendiri kurang begitu yakin dengan kenaikan tersebut, karena kami melihat situasi non-ekonomi yaitu masalah cuaca buruk di akhir bulan lalu bisa menghambat laju harga barang itu sendiri dimana sisi belanja sedang menurun akibat kendala cuaca.

Bicara tentang ekonomi AS memang masih ada harapan terhadap penguatan mata uangnya, namun Bank of England dan Bank of Canada kemungkinan besar akan mengikuti jejak The Fed untuk menaikkan suku bunganya juga di tahun ini. BoC mungkin menaikkan suku bunganya di bulan ini, BoE di akhir semester pertama dan The Fed di rapat bulan Maret.

Apalagi kemarin Kuroda menyatakan akan mulai mengurangi pembelian kembali aset-aset jangka panjangnya sebesar 5%, sehingga ini sebuah pertanda bahwa bank sentral Jepang akan meninggalkan kebijakan longgarnya. Untuk European Central Bank dan Bank of Japan sepertinya baru di semester kedua tahun ini atau awal tahun bisa naik suku bunganya, disertai pula kemungkinan besar Swiss National Bank juga akan mengakhiri suku bunga negatifnya di pertengahan tahun depan.

Fokus data ekonomi hari ini akan melihat sepak terjang inflasi di China dan kegiatan manufaktur di Inggris. Kedua data tersebut bila menguat, tentu bukan cerita bagus bagi dolar AS di pergerakannya hari ini.

Namun yang perlu di perhatikan lebih dalam adalah sisi politik, baik di AS maupun di Inggris. Trump selalu memberi kejutan dan Inggris pekan ini telah merombak kabinetnya, tentu masalah ini sangat rawan bagi pergerakan penguatan mata uangnya, sehingga perlu kewaspadaan terhadap aksi-aksi di luar faktor ekonomi tersebut.

Analisa Teknikal Harian – 10 Januari 2018

EUR/USD

EUR/USD masih di bawah tekanan hingga Rabu pagi ini setelah kemarin membukukan penutupan negatif 0,25% di 1.1937.

Selama pada grafik 4-jam tidak terlihat penetrasi kuat terhadap resistance di 1.1960, EUR/USD masih berisiko untuk merosot ke target-target berikutnya di 1.1903 dan 1.1860.

1EURUSDDaily1018

USD/JPY

Sebuah tren line menanjak pada grafik mingguan, hari ini berada di 112.65, masih menahan laju turun USD/JPY yang kemarin sempat mencapai 112.35 dan berakhir negatif di 112.63.

Namun demikian hari ini USD/JPY masih berpeluang untuk bergerak turun selama resistance kuat pada grafik 4-jam di 112.78 tetap bertahan.

Jika low kemarin ditembus, USD/JPY akan bergerak menuju 112.04 dan 111.08. Jika skenario bearish ini terjadi, trend pada grafik harian dapat berubah menjadi bearish.

2USDJPYDaily1018

GBP/USD

GBP/USD berakhir lebih rendah 0,21% pada akhir sesi Selasa, di 1.3540. Namun demikian GBP/USD tetap berada di atas dua support kuat pada grafik yang letaknya berdekatan, masing-masing di 1.3506 dan 1.3494. Jadi keduanya dapat membatasi tekanan jual pada GBP/USD hingga benar-benar terjadi penetrasi kuat terhadap zona support tersebut.

GBP/USD cenderung untuk kembali bergerak sideways meskipun dibayangi tekanan jual. Apabila harga berbalik menembus zona resistance 1.3550 maka GBP/USD akan berpeluang naik ke level tertinggi sesi Senin di 1.3586.

Sebaliknya jika zona support ditembus, GBP/USD akan terjauh ke level 50% Fibonacci retracement di 1.3455.

3GBPUSDDaily1018 

AUD/USD

Pada Rabu pagi AUD/USD kembali berada di bawah tekanan menyusul penutupan negatif 0,22% pada akhir sesi Selasa. Namun sejauh ini tekanan jual belum mampu untuk menerjang zona support 0.7800 yang berarti AUD/USD masih memiliki kans untuk bergerak sideways di atas support itu dan di bawah resistance 0.7873.

Apabila pada grafik intraday mulai terjadi penetrasi terhadap resistance minor di 0.7858, momentum naik dapat membesar dan memungkinkan AUD/USD naik ke resistance jangka menengah di 0.7884.

Sebaliknya jika support 0.7800 ditembus, AUD/USD berisiko tergelincir ke suppor selanjutnya di 0.7765 dan 0.7710.

4AUDUSDDaily1018

XAU/USD

Tekanan jual yang cukup kuat pada perdagangan emas terlihat di sesi Selasa sehingga harga emas (XAU/USD) ditutup 0,61% lebih rendah dari penutupan sesi Senin. Bahkan di Rabu pagi tekanan jual masih terlihat dan berpotensi melintasi low kemarin, di 1308.65 dan segera menguji support 1304.60/00 di mana ada dua support kuat dan krusial pada grafik harian.

Jika zona support itu ditembus, momentum bearish akan berlanjut dengan target berikutnya di 1294.70 dan 1291.35. Sebaliknya jika harga emas rebound dan mampu menerjang resistance intraday di area 1315.00, pergerakan sideways jangka pendek akan berlanjut.

5XAUUSDDaily1018

Sumber analisa: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, MetaTrader4, Reuters

Sumber gambar: HD Wallpapers

Share This