ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2017 – Pada perdagangan Kamis ini kondisi dolar AS atau greenback kemungkinan besar masih agak ragu untuk mempertahankan sisi keperkasaannya kembali seperti dominasinya beberapa hari perdagangan yang lalu dengan munculnya beberapa situasi geopolitik seperti di Timur Tengah maupun di Korea bahkan di dalam kondisi pemerintahan AS sendiri.

Seperti kita ketahui bahwa pasar di perdagangan kemarin kondisi greenback masih berani bergerak menekan mata uang utama dunia lainnya dan emas, sehingga hal ini mengakibatkan EUR/USD ditutup melemah di level 1,1794, GBP/USD ditutup melemah di level 1,3388, AUD/USD ditutup melemah di level 0,7561 dan USD/JPY ditutup melemah di level 112,27. Sekaligus membuat harga emas kontrak Februari di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $1,96 atau 0,19% di level $1263,80 per troy ounce.

Tren pergerakan dolar AS memang masih terlihat positif di mana sisi reformasi pajak yang mendapatkan titik terang pasca Senat AS dan tinggal berekonsiliasi dengan Kongres AS tetap masih menjadi pusat perhatian perdagangan pekan ini selain menantikan data nonfarm payroll.

Namun seyogyanya melalui beberapa tulisan yang sudah kami kupas dan juga kami renungkan bahwa kebijakan bantuan fiskal memang akan segera dilaksanakan mulai awal 2019 dan kebijakan tersebut memang fenomenal bagi pemerintahan administrasi Trump yang untuk pertamakalinua berhasil meloloskan rancangan undang-undangnya setelah sebelumnya gagal meloloskan penggantian Obamacare.

Sisi pemotongan pajak penghasilan tersebut akan membawa berkah yang cukup besar bagi laju pertumbuhan ekonomi AS, khususnya daya beli masyarakat, yang dipercaya bisa meningkatkan sekitar setengah persen laju PDB per tahun, dan ini memang sangat diharapkan oleh The Fed dalam usahanya menormalkan kembali tingkat suku bunganya. Kisaran normal suku bunga The Fed untuk sementara di kisaran 2,5% hingga 3%. Mendengar kenaikan suku bunga The Fed tentu menjadi berkah bagi greenback dan arahan jual bagi mata uang dunia lainnya serta emas. Faktor suku bunga The Fed memang masih menjadi magnet bagi masa depan greenback dalam usahanya memulihkan ekonominya.

Namun sendiri sangsi dengan pemotongan pajak tersebut dengan rasa penggelembungan aset yang berarti juga akan kembali di masa sesaat sebelum meletusnya resesi keuangan 2008 lalu yang ditandai dengan penutupan Lehman Brothers. Hal ini ditandai dengan pasar saham AS yang melambung tinggi padahal sisi hutang negara AS makin membesar sehingga kami curiga bahwa ada sebuah porfolio yang bisa disentuh oleh sembarang pihak seperti kasus krisis 2008 tersebut di mana subprime mortgage memunculkan credit default swap atau CDS yang memang tidak bisa disentuh oleh semua pihak.

Sisi kecurigaan ini bagi kita muncul ketika greenback sendiri tidak terlalu menguat ketika sisi fundamental ekonomi AS membaik dibarengi reformasi pajak tersebut, malahan jalannya pemerintahan AS sudah di ambang kebangkrutan dan terancam ditutup sebelum akhir tahun.

Sebuah situasi kritis ini juga dipicu oleh Presiden Trump yang ingin menjadikan Yerussalem sebagai ibukota Israel dan usaha memancing perang dengan Korea Utara agar segera terjadi melalui latihan perang AS-Korea Selatan yang sedang terjadi sekarang ini dengan gerakan-gerakan yang konfrontatif. Kondisi ini memang seharusnya tidak menguntungkan dolar AS, sehingga kami yakin bila kondisi ini berjalan hingga akhir pekan, maka ada kesempatan bagi emas dan mata uang utama dunia lainnya untuk melakukan perlawanannya kepada greenback. 

Analisa Teknikal Harian – 7 Desember 2017

Catatan:

Data MetaTrader yang kami gunakan bisa berbeda dengan data pada MetaTrader yang pembaca gunakan. Namun demikian kami berusaha menyajikan analisa seobyektif mungkin.

Analisa ini sekedar menjadi panduan bagi para trader untuk melihat kondisi pasar hari ini dan bukan sebuah saran transaksi.

EUR/USD

Setelah kemarin berakhir negatif 0,25% di 1.1796 dan menembus target koreksi kedua di 1.1805, hari ini EUR/USD masih berpotensi untuk kembali bergerak ke selatan selama resistance kuat pada grafik 4-jam yang pagi ini berada di 1.1822 tetap bertahan.

Target turun berikutnya adalah target koreksi ketiga di 1.1757 dan simple moving average 200-periode pada grafik 4-jam di 1.1745. Untuk selanjutnya, EUR/USD dapat bergerak sideways.

1EURUSDDaily7

USD/JPY

Setelah kemarin sempat turun ke 111.97 dan berakhir negatif 0,26% di 112.26, hari ini USD/JPY cenderung untuk bergerak sideways, melanjutkan konsolidasi jangka pendek.

Pada grafik 4-jam terlihat USD/JPY kini bergerak di dalam sebuah bearish channel yang pagi ini batasan atasnya di 112.65 dan batasan bawahnya di 111.75. Pergerakan USD/JPY hari ini cenderung untuk tetap di dalam channel tersebut meskipun tekanan ke arah bawah berangsur mereda.

2USDJPYDaily7

GBP/USD

GBP/USD berpeluang untuk sedikit pulih hari ini setelah kemarin nyaris menyentuh target koreksi ketiga di 1.3355. Pada akhir sesi Rabu GBP/USD ditutup negatif 0,38% di 1.3393 namun selain tetap bertahan di atas target koreksi ketiga juga bertahan di atas support pada grafik harian di 1.3383.

Namun demikian upaya pemulihan GBP/USD juga tampaknya akan terbatas dan pair ini lebih berpotensi untuk sideways sementara waktu dengan potensi kisaran pergerakan di antara support 1.3355 hingga resistance 1.3415 yang merupakan area pertahanan kuat para penjual.

3GBPUSDDaily7

AUD/USD

AUD/USD tersungkur di sesi Rabu hingga berakhir negatif 0,58% di 0.7561. Seperti terlihat pada grafik harian, AUD/USD tetap berada di dalam channel menanjak yang hari ini batasan atasnya di 0.7650 dan batasan bawahnya di 0.7555.

Namun demikian tekanan jual yang kuat yang terlihat kemarin belum dapat diremehkan karena dapat membawa AUD/USD menguji support krusial 0.7530 yang jika ditembus akan menyeret AUD/USD ke 0.7500.

Resistance intraday terdekat kini terlihat di 0.7585. Resistance berikutnya di 0.7600.

4AUDUSDDaily7

XAU/USD

Harga emas (XAU/USD) terus dibayangi tekanan jual setelah kemarin berakhir di 1263.10 atau 0,2% lebih rendah dari penutupan sesi Selasa. Posisi harga emas juga tetap berada di bawah simple moving average 200-hari di 1267.05 yang dapat menjadi risiko bearish tambahan.

Zona resistance 1269.35 merupakan area penting yang harus tetap dicermati karena jika harga terus tertahan di bawahnya maka 1260.45 akan menjadi incaran berikutnya setelah di sesi Selasa harga emas sempat turun ke 1260.80 yang berarti untuk sementara ada sebuah double-bottom.

Jika 1260.45 ditembus, harga emas berisiko tergelincir ke support berikutnya di 1251.40.

5XAUUSDDaily7

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Reuters, MarketWatch, Investing

Sumber analisa dan grafik: ForexSignal88, MetaTrader

Sumber gambar: The Bubba Show

Share This