ForexSignal88.com l Jakarta, 10/11/2017 – Menyusul penutupan negatif di hari kamis, pada sesi penutupan perdagangan pekan ini dolar Selandia Baru sempat merosot setelah Menteri Keuangan baru Selandia Baru mengisyaratkan potensi beberapa perubahan terhadap kebijakan moneter.

Berbicara di Wellington, Grant Robertson mengatakan bahwa target inflasi 2 persen Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) tetap bisa menjadi bahan diskusi meskipun pemerintah tetap berkomitmen pada kisaran inflasi 1-3 persen saat ini.

Pemerintahan baru Selandia Baru mengatakan bahwa pihaknya berhak untuk menambahkan beberapa bentuk target pada sektor pekerjaan ke dalam mandat moneter RBNZ. Tingkat pengangguran Selandia Baru saat ini sebesar 4,6%.

Robertson mengatakan bahwa mandat ganda, yang menargetkan inflasi dan lapangan kerja dapat berarti kebijakan yang lebih longgar dalam beberapa kasus, dan mungkin saja kata-kata Robertson tersebut yang sempat menimbulkan tekanan pada NZD/USD di Jumat pagi.

Perspektif Analisa Teknikal NZD/USD

Pada akhir Kamis NZD/USD ditutup di 0,6947 atau turun 0,26% dibandingkan penutupan sesi Rabu. Menjelang siang tadi NZD/USD sempat terdesak hingga ke 0,6921 namun selanjutnya rebound tipis ke 0,6943.

Tampaknya NZD/USD akan menghabiskan sesi akhir pekan ini dengan tetap bergerak di dalam bullish channel yang kini batasan atasnya di 0,6973 dan batasan bawahnya di 0,6868.

Selain itu, untuk jangka intraday masih ada kecenderungan ke arah atas jika NZD/USD terus bertahan di atas zona 0,6925.

Sumber analisa: ForexSignal88

Sumber grafik: MetaTrader 4

Share This

Artikel Terkait Lainnya