ForexSignal88.com l Jakarta, 08/11/2017 – Pergerakan dolar Selandia Baru masih tipis hingga siang ini. Sebelumnya pada hari Selasa dolar Selandia Baru turun karena harga produk susu dan komoditas lainnya merosot dan para pedagang menunggu pernyataan kebijakan dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).

Harga susu turun 3,5 persen dalam lelang GDT (Global Dairy Trade) Fonterra, dengan bubuk susu utuh (whole milk powder) turun 5,5 persen menjadi AS$2.852 per ton, memicu spekulasi bahwa Fonterra mungkin harus menurunkan perkiraan resolusinya untuk periode 2017/18.

Indeks CRB (pertama kali dihitung oleh Commodity Research Bureau, Inc. pada tahun 1957) yang mengukur kinerja 19 komoditas yang paling diperdagangkan turun 0,4 persen dari level tertinggi sembilan bulan.

Sementara itu, pernyataan kebijakan moneter RBNZ pada hari Kamis pukul 03.00 WIB diperkirakan akan memasukkan perkiraan ekonomi yang direvisi dengan TWI (trade-weighted index) jauh di bawah level yang diproyeksikan pada MPS (monetary policy statement) terakhirnya. Para ekonom memperkirakan RBNZ akan mempertahankan suku bunga pada rekor rendah 1,75 persen.

Perspektif Analisa Teknikal NZD/USD

Pada grafik 4-jam terlihat NZD/USD bergerak di dalam bullish channel, sebuah indikasi positif namun tetap harus dicermati perkembangan harga selanjutnya karena pola tersebut, setelah sekian lama NZD/USD tertekan, dapat berubah menjadi sebuah bearish flag.

Kini batasan atas pola itu di 0,6962 dan batasan bawahnya di 0,6860. Jadi kemungkinan besar NZD/USD masih akan tetap bergerak di dalam kisaran sekitar 100 pips tersebut.

Sumber analisa: ForexSignal88

Sumber grafik: MetaTrader 4

Share This

Artikel Terkait Lainnya