ForexSignal88.com l Jakarta, 06/11/2017 – Harga emas memulai minggu ini di dekat level terendah dalam tiga bulan karena data ekonomi AS yang sangat optimis memperkuat ekspektasi yang tinggi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan depan dan kenaikan lebih lanjut kemungkinan terjadi lagi di tahun 2018.

Institute for Supply Management melaporkan pada hari Jumat bahwa indeks manajer pembelian non-manufaktur naik ke level tertingginya sejak tahun 2005.

Laporan lain menunjukkan bahwa pesanan baru untuk barang buatan AS naik untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan September dan pesanan untuk barang modal inti meningkat lebih dari yang diperkirakan.

Perspektif Analisa Teknikal Harga Emas

Harga emas sedikit naik pada awal sesi Eropa namun sejauh ini pergerakan harga masih tipis dan tekanan jual masih terlihat membayangi perdagangan komoditas ini.

Sebelumnya, pada pekan lalu setidaknya empat kali harga emas (XAU/USD) berusaha untuk pulih namun akhirnya tetap menyerah kepada dominasi para penjual hingga pada hari Jumat berakhir negatif di 1269,85 atau turun 0,47% dibandingkan penutupan sesi perdagangan hari Kamis.

Untuk sementara waktu sebuah trend line menanjak di 1264,85 masih menahan tekanan jual. Jika ditembus atau sekadar dilintasi tanpa penetrasi berarti, harga emas dapat segera menguji simple moving average 200-hari yang berada di 1261,10 yang relatif dekat dengan support kuat lainnya di 1262,90.

Dengan dukungan kedua support tersebut, harga emas berpeluang untuk segera rebound saat terbukti kedua support pada kerangka waktu yang besar tersebut benar-benar dapat membendung gempuran para penjual.

Jika skenario di atas terjadi, harga emas berpotensi untuk rebound ke area 1272,00 yang jika ditembus dengan kuat akan menambah momentum bullish harga emas dan dapat mendorong harga ke 1283,00, sebuah area resistance kuat yang telah diuji beberapa kali.

Sumber analisa: ForexSignal88

Sumber grafik: MetaTrader 4

Share This

Artikel Terkait Lainnya