ForexSignal88.com l Jakarta, 14/09/2017 – Minyak mentah mulai bergerak turun sejak sesi Asia karena data persediaan minyak AS menghantam sentimen dan para investor mengabaikan data kilang minyak China yang positif.

Dilaporkan kilang China mengolah 6,5% lebih banyak minyak mentah pada Agustus dari tahun sebelumnya di 47,12 juta metrik ton karena output minyak mentah dalam negeri turun 3,1% menjadi 15,96 juta metrik ton, yang menyoroti peran minyak mentah impor.

Pada hari Rabu harga minyak mentah berakhir lebih tinggi karena data bearish yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik lebih dari yang diperkirakan telah dibayangi oleh sebuah laporan dari lembaga internasional yang memperkirakan permintaan minyak global tahun ini akan naik paling banyak sejak tahun 2015.

Selanjutnya sebuah laporan dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah naik lebih dari yang diperkirakan pada pekan lalu dan mengancam akan menggagalkan kenaikan sebelumnya, menyusul laporan bullish dari International Energy Agency (IEA) mengenai pertumbuhan permintaan minyak.

Persediaan minyak mentah AS naik sekitar 5,9 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 8 September, lebih bayak dari ekspektasi pasar untuk kenaikan sekitar 3,2 juta barel.

Di sesi Rabu harga minyak mentah WTI naik ke $49,38 dan berakhir di $49,32. Seperti terlihat pada grafik harian atau kerangka waktu yang lebih kecil, pergerakan naik tersebut hingga kini masih terhalangi oleh level 76,4% Fibonacci retracement di $49,27.

Selama pada grafik 4-jam terlihat penetrasi kuat pada resistance tersebut, WTI crude dapat tergelincir kembali menuju zona support di $48,80 atau lebih rendah lagi. Support berikutnya yang cukup kuat adalah $48,20.

Sumber analisa: ForexSignal88

Sumber grafik: MetaTrader 4

Share This

Artikel Terkait Lainnya