ForexSignal88.com l Jakarta, 11/09/2017 – Harga minyak mentah naik di Asia pada hari Senin karena dampak Badai Irma tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya namun masih mengancam Florida bahkan saat intensitasnya sedang turun. Selain itu rebound harga minyak mentah juga timbul karena para investor mengamati tren pembelian minyak mentah China setelah yuan menguat.

Badai Irma dengan kuat menghantam Florida sehingga terjadi pemadaman listrik pada lebih dari 2,4 juta rumah dan kantor di negara bagian itu pada hari Minggu, juga mengancam jutaan orang saat badai itu merayap ke pantai barat Florida. Menurut perusahaan listrik setempat, pemulihan listrik tersebut pada kapasitas penuh akan memakan waktu berminggu-minggu.

Namun setelah Badai Irma menghantam Florida pada hari Minggu pagi sebagai badai Kategori 4 yang berbahaya, intensitasnya dilaporkan menurun ke Kategori 2 pada skala Saffir-Simpson yang terdiri dari lima kategori. Irma melemah dengan kecepatan angin yang bertahan maksimal 110 mil per jam (177 kpj).

Selanjutnya pada pekan ini para pelaku pasar akan melihat informasi mingguan terbaru mengenai stok minyak mentah dan produk olahan AS yang akan dirilis pada hari Selasa dan Rabu sebagai bahan kalkulasi pasar untuk memperkirakan apa dampak dari aktivitas badai baru-baru ini terhadap grafik penawaran dan permintaan.

Para pedagang minyak juga akan fokus pada laporan bulanan dari OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) untuk menilai tingkat permintaan dan permintaan minyak global. Data tersebut akan memberi gambaran yang lebih baik bagi para pedagang mengenai apakah rebalancing global terus berlangsung di pasar minyak dunia.

Sebelumnya pada hari Jum’at, harga minyak mentah anjlok, terpukul oleh kekhawatiran berkurangnya permintaan karena kilang-kilang penyulingan AS menunjukkan pemulihan yang lambat yang disebabkan oleh banjir besar akibat terjangan Badai Harvey.

Perspektif teknikal

Dari sudut pandang teknikal, pergerakan naik harga minyak mentah WTI yang berlangsung sejak akhir bulan lalu sempat mencapai $49,40 pada 6 September, menguji zona resistance di $49,24 yang terbukti bertahan setelah beberapa kali pengujian.

Selanjutnya dari level tersebut harga komoditas ini bergerak turun atau terkoreksi hingga pada hari Jum’at mencapai $47,46. Pada grafik 4-jam setelah penurunan tersebut terbentuk sebuah hammer yang akhirnya membuat harga komoditas ini rebound lebih jauh pada Senin pagi.

Namun dari dinamika yang terlihat hingga menjelang sesi Eropa, rebound ini pun masih rentan oleh tekanan jual. Apabila tidak segera terjadi penutupan yang cukup jauh di atas resistance $48,15, tekanan jual dapat menghampiri lagi dan membawa harga menuju level terendah sesi Jum’at di $47,26 atau lebih rendah lagi dengan target di $47,00 dan $46,65.

Sumber analisa: ForexSignal88

Sumber grafik: MetaTrader 4

Share This

Artikel Terkait Lainnya