ForexSignal88.com l Jakarta, 10/07/2018 – Pada perdagangan hari ini, kemungkinan besar bahwa dolar AS atau greenback sepertinya masih ingin meraih kembali sisi penguatannya secara penuh dengan berharap masalah perang dagang bisa meningkatkan inflasi AS.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya kecuali kepada emas, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,1750, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3255, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7464 dan USDJPY ditutup menguat di level 110,84. Sekaligus membuat harga emas kontrak Agustus di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $2,70 atau 0,22% di level $1258,50 per troy ounce..

Nilai indeks dolar AS menurun lagi pada perdagangan sebelumnya, namun tidak besar, di mana indeks dolar masih gagal dalam upayanya untuk mendekatkan diri lagi ke level terbaik 11 bulan terakhirnya, dengan pemicu aksi jual lanjutan setelah potensi perang dagang tidak mereda dan beberapa fundamental ekonomi AS yang tidak mendukungnya.

Nuansa koreksi indeks dolar sebelumnya memang tidak bisa dihindarkan lagi mengingat potensi konflik perdagangan antara AS dengan negara-negara maju masih terus membayangi pergerakan indeks dolar dan emas, di mana situasi perang dagang berpihak pada sisi jual dolar AS karena investor melihat the Fed sendiri sudah mulai khawatir dampaknya.

Arah kebijakan perdagangan Trump tampaknya makin sulit dipertahankan dengan posisi indeks dolar menguat secara besar, karena aksi saling berbalas antara AS dengan China kemungkinan besar masih bisa terjadi. Pasca pemberlakuan tarif $34 milyar baik di AS dan di China akhir pekan lalu serasa membuat investor global khawatir tidak ada jalan keluar lagi tentang tarif tersebut, sehingga untuk sementara situasi emas sebagai safe haven masih sempat muncul.

Namun sisi inflasi yang akan meningkat di AS, kemungkinan besar akan menahan laju gerak positif emas dan mendukung indeks dolar. Terungkap bahwa core PCE tahunan di AS sudah 2,3% bulan lalu, artinya sudah di atas target the Fed 2%. Maka jalan kenaikan suku bunga the Fed masih terbuka lebar, apalagi imbal hasil surat hutang AS terus menunjukkan tren kenaikannya, sehingga sisi ini merupakan penarik utama investor untuk mengoleksi aset berdenominasi dolar AS.

Sisi ini kemungkinan juga akan melihat gelagat di China pagi ini, di mana data inflasi China akan rilis. Jika data meninggi, maka peluang penguatan emas masih ada karena potensi emas sebagai penyeimbang inflasi akan dibutuhkannya. Namun jika inflasi turun, maka peluang penguatan emas tinggal berharap kepada data pembukaan lapangan kerja baru AS yang sepertinya akan turun sehingga emas bisa membaik.

Pengaruh mundurnya petinggi di Inggris kemungkinan besar hanya akan mempengaruhi pergerakan pound, dan sifatnya tidak akan jangka panjang.

 

Analisa Teknikal Harian – 10 Juli 2018

Catatan:

Data MetaTrader yang kami gunakan bisa berbeda dengan data pada MetaTrader yang pembaca gunakan. Namun demikian kami berusaha menyajikan analisa seobyektif mungkin.

Analisa ini sekedar menjadi panduan bagi para trader untuk melihat kondisi pasar hari ini dan bukan sebuah saran transaksi.

 

EURUSD

Perjalanan bullish EURUSD mulai bertemu dengan hambatan serius yaitu level 23,6% Fibonacci retracement jangka menengah di 1.1755. Kemarin pair ini naik ke 1.1790 namun tak lama kemudian terpaksa mundur dan berakhir di 1.1749, membentuk pola candlestick shooting star.

Namun potensi naik pair ini masih tetap ada, setidaknya untuk mendekati high kemarin, di Selasa pagi ini dengan posisinya yang masih bertahan pada support 1.1740. Support lainnya adalah 1.1720 yang mungkin bakal segera diuji apabila low kemarin di 1.1732 dilewati.

1 EURUSDH4

USDJPY

USDJPY bergerak naik ke 110.88 dan ditutup positif di 110.83 pada hari Senin. Pada sesi Asia hari ini USDJPY masih berpotensi naik jika high kemarin dilintasi. Target terdekat adalah 111.12 dan selanjutnya di 111.38/46.

Support intraday di awal sesi hari ini terlihat di 110.75 dan 110.60.

2 USDJPYH4

GBPUSD

GBPUSD sempat menanjak ke 1.3363, menguji resistance kuat yaitu level 23,6% Fibonacci retracement jangka menengah di 1.3362, namun terpaksa mundur dengan cepat hingga berakhir negatif di 1.3258.

Meskipun masih terbantu oleh sebuah uptrend line yang pada pagi ini berada di 1.3215, tekanan jual tidak dapat diabaikan apalagi jika GBPUSD kembali mengalami kesulitan untuk stabil di atas zona 1.3280.

Tekanan jual masih dapat membawa pair ini untuk turun menguji trend line tersebut, jika terbukti bertahan maka GBPUSD akan bergerak sideways namun jika support itu ditembus GBPUSD akan jatuh ke support selanjutnya di 1.3200 dan 1.3180.

3 GBPUSDH4

AUDUSD

AUDUSD bergerak naik ke 0.7481 dan berakhir positif di 0.7463 pada sesi Senin. Hingga pagi ini AUDUSD masih di dalam formasi bullish dengan posisinya yang berada di atas support 0.7441. Support lain terlihat di 0.7420 dan 0.7410.

Namun demikian tanpa dorongan momentum naik yang besar, langkah naik AUDUSD akan terjegal oleh zona resistance kuat di 0.7486. Resistance lainnya di 0.7500. Jika zona resistance tersebut tetap bertahan, AUDUSD akan bergerak sideways di antara support dan resistance tersebut.

4 AUDUSDH4

XAUUSD

Harga emas (XAUUSD) sempat melonjak ke 1265.70 pada sesi kemarin namun sayangnya tak bertahan lama. Harga emas berbalik turun dan ditutup di 1257.45, sebuah bukti tambahan bahwa zona 1260 tidak mudah untuk ditembus.

Pada grafik 4-jam pagi ini terlihat harga emas bergerak di dalam sebuah channel yang batas atasnya di 1265.90 dan batas bawahnya 1255.45. Jika batas bawah bertahan terhadap tekanan jual yang mulai terlihat sejak kemarin, harga emas berpeluang untuk sideways di channel tersebut.

Namun apabila tekanan jual mampu menyeret harga emas ke bawah batas bawah channel tersebut maka 1251.35 dan 1245.60 akan menjadi target selanjutnya.

5 XAUUSDH4

Sumber analisa: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, MetaTrader4, Reuters

Sumber gambar: PrimeValues.com

Share This