ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Pada perdagangan hari ini dolar AS atau greenback berpotensi tetap dibayangi tekanan di saat isu perang dagang baik antara AS melawan China maupun terhadap Meksiko tetap panas.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, greenback mengalami tekanan dari mata uang utama dunia lainnya, sehingga EURUSD ditutup menguat di level 1,1773, GBPUSD ditutup menguat di level 1,3414, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7665 dan USDJPY ditutup naik di level 110,16. Sedangkan harga emas, seperti halnya yen Jepang yang kurang mendapat dukungan dari isu perang dagang atau geopolitik lainnya, terpaksa berkutat di bawah level psikologis 1.300,00 dan berakhir negatif di 1.296,35.

Indeks dolar AS negatif pada perdagangan kemarin, di mana indeks tersebut mengalami tekanan jual lanjutan yang terjadi walaupun di pekan lalu sempat didukung oleh beberapa data ekonomi AS sangat membuka peluang bagi kenaikan suku bunga The Fed di pekan depan.

Namun kemarin tekanan terbesar terhadap dolar AS datang dari euro setelah Peter Praet, ekonom bank sentral Eropa, mengatakan bahwa pada rapat kebijakan pekan depan, ECB akan menggelar debat mengenai kelanjutan dari program pembelian obligasi alias quantitative easing (QE). Pasar menanggapi kabar tersebut sebagai akhir dari program QE sehingga euro pun segera mendapat dukungan dan memotivasi mata uang lainnya untuk ikut menekan dolar AS. Di hari yang sama, dolar Australia pun mendapat dukungan kuat dari data PDB lokal yang membaik.

Dengan secercah harapan bagi euro tersebut, ditambah belenggu isu perang dagang yang masih mengikat dolar AS serta beberapa kebijakan dari Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan bahwa jalan pelemahan dolar AS masih terbuka sebagai bentuk lain dari strategi mengurangi defisit perdagangannya, dolar AS berpotensi untuk dibayangi tekanan jual hari ini.

Analisa Teknikal Harian – 7 Juni 2018

Catatan:

Data MetaTrader yang kami gunakan bisa berbeda dengan data pada MetaTrader yang pembaca gunakan. Namun demikian kami berusaha menyajikan analisa seobyektif mungkin.

Analisa ini sekedar menjadi panduan bagi para trader untuk melihat kondisi pasar hari ini dan bukan sebuah saran transaksi.

 

EURUSD

Setelah kemarin berhasil menembus level 23,6% Fibonacci retracement di 1.1755, hari ini EURUSD masih berpeluang untuk melanjutkan pergerakan naik dengan target-target selanjutnya di 1.1807, 1.1837 dan 1.1874.

Support-support intraday yang cukup kuat terlihat di 1.1774, 1.1760 dan 1.1740.

1 EURUSDDaily

USDJPY

USDJPY sedang berada di area resistance kuat, jadi hari ini ada potensi pergerakan naik sejak terjadi rebound dari 108.09 akan tersendat, terlebih jika USDJPY tak kunjung melintasi high kemarin di 110.25. Namun jika ditembus, USDJPY tetap bisa bergerak ke atas walaupun tampaknya bakal terbatas di 110.60.

Di sisi bawah, support-support intraday yang cukup kuat terlihat di 109.95, 109.80 dan 109.60.

2 USDJPYDaily

GBPUSD

GBPUSD masih memiliki kans untuk bergerak naik dengan target-target di high kemarin yaitu 1.3443, selanjutnya di 1.3480, sebuah resistance kuat jangka menengah.

Potensi naik GBPUSD akan terjaga selama terus ditopang oleh support-support intraday yang cukup kuat yang kini terlihat di 1.3418, 1.3395 dan 1.3370.

3 GBPUSDDaily

AUDUSD

Kemarin AUDUSD berhasil menembus downtrend lien jangka panjang yang hari ini sudah bergeser turun ke 0.7640. Jadi hari ini AUDUSD berpotensi untuk terus bergerak naik selam tetap berada di atas trend line tersebut.

Target-target terdekat di atas high kemarin (0.7674) adalah 0.7688, 0.7717 dan 0.7732.

4 AUDUSDDaily

XAUUSD

Harga emas (XAUUSD) berpotensi untuk tetap sideways di bawah level psikologis 1300.00 seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Harga komoditas ini sedang tidak memiliki arah karena sedang berada di fase konsolidasi.

Perkiraan potensi pergerakan harga emas untuk hari ini adalah 1292.00 hingga 1302.00. Pada kerangka waktu yang lebih besar, kisaran konsolidasi harga emas adalah 1281.90 hingga 1307.55.

5 XAUUSDDaily

Sumber analisa: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, MetaTrader4, Reuters

Sumber gambar: 1Zoom

Share This