ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan hari ini, kemungkinan besar bahwa dolar AS atau greenback sepertinya ingin merebut sisi penguatannya kembali meskipun perang dagang makin panas dengan tidak berharap tiadanya kebijakan Trump yang bisa melemahkan indeks dolar.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback mengalami tekanannya dari mata uang utama dunia lainnya, kecuali kepada emas, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,1717, GBPUSD ditutup menguat di level 1,3385, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7615 dan USDJPY ditutup mendatar di level 109,79. Sekaligus membuat harga emas kontrak Agustus di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $3,10 atau 0,24% di level $1300,40 per troy ounce.

Nilai indeks dolar AS masih negatif pada perdagangan kemarin, di mana indeks dolar mengalami aksi jual lanjutan yang terjadi setelah sebelumnya membuat penguatan di akhir pekan yang berkembang karena beberapa data ekonomi AS sangat mendukung kenaikan suku bunga the Fed. Dalam sepekan kemarin, data-data ekonomi AS teelah berhasil menyakinkan investor bahwa kondisi kinerja ekonomi AS sangat solid dan kenaikan suku bunga the Fed seharusnya bisa naik 4 kali di tahun ini di mana untuk kenaikan keempat di Desember nanti sudah berkembang perkiraan kenaikan yang sudah muali tampak oleh analis dunia.

Situasi ini telah berhasil menahan indeks dolar dari tekanan mata uang utama dunia dan emas dari perilaku beberapa kebijakan perdagangan AS yang selalu merugikan atau melemahkan indeks dolar itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri bahwa memang untuk negara maju, hanya AS sajalah sementara ini yang hanya bisa menormalkan kebijakan moneternya dengan cara menaikkan suku bunganya.

Situasi ini tentu akan membawa dampak bahwa mata uangnya juga akan lebih dicari daripada mata uang yang lain. Namun kondisi ini memang tidak akan selamanya terjadi karena masalah perang dagang telah membelenggu penguatan indeks dolar sendiri.

Beberapa kebijakan dari Presiden Trump memang mengisyaratkan bahwa jalan pelemahan dolar AS masih terbuka sebagai bentuk lain dari strategi mengurangi defisit perdagangannya. Yang pasti kondisi ini tidak akan berlangsung lama karena memang motor penggerak harga di pasar hanya ada karena supply dan demand atau penawaran dan permintaan yang semuanya itu bersumber dari perbandingan data-data ekonominya.

Latar belakang data ekonomi, AS memang masih lebih unggul daripada negara maju lainnya, namun muncul kondisi inflasi yang tinggi telah membuat investor butuh pelindung nilai seperti emas. Situasi ekonomi di zona euro, Australia dan Inggris juga sedang membaik, sehingga peluang mata uang non-dolar untuk membaik juga terbuka lebar.

 

Analisa Teknikal Harian – 6 Juni 2018

Catatan:

Data MetaTrader yang kami gunakan bisa berbeda dengan data pada MetaTrader yang pembaca gunakan. Namun demikian kami berusaha menyajikan analisa seobyektif mungkin.

Analisa ini sekedar menjadi panduan bagi para trader untuk melihat kondisi pasar hari ini dan bukan sebuah saran transaksi.

 

EURUSD

EURUSD masih tetap berada di fase konsolidasi meskipun kemarin, seperti di hari sebelumnya, kembali membukukan penutupan positif. Meskipun demikian, hingga saat ini EURUSD tetap berada di bawah resistance kuat 1.1755 yang menjadi target koreksi pertama terhadap lintasan tren turun 1.2555 hingga 1.1509.

Hari ini EURUSD masih berpotensi untuk menanjak, mencoba untuk menjebol resistance tersebut dengan dukungan dari support-support di 1.1700 dan 1.1660. Jika berhasil menembus resistance tersebut, EURUSD berpotensi naik ke target-target selanjutnya di 1.1790 dan 1.1829.

1 EURUSDDaily

USDJPY

Tren naik USDJPY yang berpangkal di 108.09 masih terbendung oleh level psikologis 110.00. Kemarin pair ini bergerak sideways di bawah resistance tersebut dan hari ini pun masih berpotensi untuk melakukan pergerakan serupa.

Potensi kisaran pergerakan USDJPY hari ini adalah 109.35 hingga 110.00, dua zona penting bagi tren intraday. Apabila 110.00 ditembus maka pair ini akan menjajal simple moving average 200-hari 110.15. Resistance lainnya di 110.60.

Namun jika tetap gagal menembus zona resistance kuat tersebut, USDJPY hanya akan kembali bergerak sideways dan memiliki peluang untuk terus bergerak turun dan dapat turun ke 109.06 jika 109.35 ditembus.

2 USDJPYDaily

GBPUSD

GBPUSD mendapat momentum naik di sesi kemarin, terbantu data sektor jasa Inggris yang membaik dan reaksi pasar pasca data sektor non manufaktur AS.

Dengan dukungan support-support yang kini terlihat di 1.3370 dan 1.3355, hari ini GBPUSD berpeluang untuk terus bergerak naik dengan target-target selanjutnya di 1.3426 dan 1.3460. Namun demikian perlu diingat bahwa untuk jangka pendek pair ini sedang berada di fase konsolidasi.

3 GBPUSDDaily

AUDUSD

AUDUSD melemah setelah kemarin pasar bereaksi negatif terhadap keputusan RBA, meskipun pair ini terus berada di fase konsolidasi jangka pendek. Kemarin pair ini merosot setelah gagal untuk menerjang downtrend line jangka panjang yang hari ini berlokasi di 0.7645.

Hari ini AUDUSD berpotensi untuk mengalami tekanan meskipun tidak besar, apalagi jika para bulls gagal untuk merebut zona 0.7635/45. Jika support 0.7619 ditembus maka zona 0.7563/49 akan menjadi target selanjutnya.

4 AUDUSDDaily

XAUUSD

Uptrend line yang kini berada di 1292.50 telah tiga kali diuji dan akhirnya berhasil menjadi pijakan bagi harga emas (XAUUSD) untuk memantul di sesi Selasa hingga mencapai 1300.35 meskipun masih berakhir di bawah level psikologis 1300.00.

Harga emas masih tetap di dalam fase konsolidasi jangka pendek, jadi masih sangat mungkin untuk terjadi pergerakan bolak-balik.

Hari ini harga emas masih memiliki kans untuk meneruskan momentum bullish kemarin selama dapat bergerak di atas zona support intraday 1295.00. Apabila level tertinggi kemarin ditembus, harga emas berpeluang untuk menguji kembali simpel moving average 200-hari yang berada di 1307.55.

Sebaliknya, jika 1295.00 ditembus maka uptrend line tersebut akan diuji kembali.

5 XAUUSDDaily

Sumber analisa: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, MetaTrader4, Reuters

Sumber gambar: 1Zoom

Share This