ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2018 – Pada perdagangan hari ini, kemungkinan besar bahwa dolar AS atau greenback sepertinya sedang kesulitan mempertahankan sisi penguatannya karena Fed minutes yang menyatakan bahwa suku bunga the Fed akan naik bertahap.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback memberikan tekanannya terhadap mata uang utama dunia lainnya dan emas, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1694, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3342, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7556 dan USDJPY ditutup melemah di level 110,06. Sekaligus membuat harga emas kontrak Agustus di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $0,80 atau 0,06% di level $1298,20 per troy ounce.

Nilai indeks dolar AS tetap positif pada perdagangan kemarin, di mana indeks dolar mengalami aksi penguatannya lagi sebelum Fed minutes dirilis. Data-data ekonomi AS seperti aktivitas manufaktur dan jasanya serta penjualan perumahan, mengalami kondisi yang masih bagus dan bisa mendorong kenaikan suku bunga the Fed.

Sayangnya, ketika Fed minutes dirilis, semuanya berbalik hingga pagi ini, di mana dolar AS masuk dalam ruang aksi jual atau melemahnya. Hal ini sebagai bentuk antisipasi bahwa kenaikan suku bunga the Fed hanya naik secara bertahap sambil terus membiarkan level inflasi di atas 2% dalam jangka waktu yang lama.

The Fed tampaknya akan berhati-hati dalam merubah kebijakan suku bunganya, hal inI bisa dimengerti bahwa bank sentral AS tidak ingin ada kebijakan yang tidak seimbang dengan kebijakan Presiden Trump yang terus mengumbar defisit anggarannya dan di sisi lain ingin mengecilkan defisit perdagangannya.

Beberapa kebijakan tarif Trump memberi arti bahwa AS sedang melakukan proteksi ketatnya, dan artinya ini biasanya tidak akan bersahabat bagi aset-aset yang berdenominasi dolar AS seperti t-Bills dan pasar sahamnya, sehingga peluang penguatan mata uang utama dunia lainnya dan emas memang sedang terbuka lebar.

Namun jangan lupa bahwa ini sebuah taktik Trump dalam upaya pelemahan nilai mata uangnya yang sempat terbicarakan dengan tidak sengaja yang dilakukan Steven Mnuchin pada November tahun lalu, dan membuat Trump buru-buru meralatnya karena dikecam oleh semua peserta rapat G7 waktu itu.

Memang semenjak Trump menjadi presiden AS, nuansa kental proteksi AS sering muncul, bepum ditambah lagi sisi geopolitik yang situasi kondusifnya dirusak dengan penarikan diri dari perjanjian-perjanjian damai yang telah dibuat di era Obama. Situasi ini memang ada permainan cantik ketika Trump mengimbanginya dengan pemberian keleluasaan aturan Dodd-Frank dan pemangkasan pajak penghasilan, yang artinya kinerja pertumbuhan dalam negeri AS semakin solid.

Kondisi ini memang sedikit banyak tidak disadari bank-bank sentral negara lain, di mana the Fed sangat leluasa untuk meningkatkan suku bunganya, sementara di tempat lain hingga saat ini mereka belum mampu merubah kebijakan moneter sedikitpun. The Fed sudah mulai merubah kebijakan moneternya di 2014, di mana paket QE mereka perlahan-lahan mulai dikurangi dan puncaknya di 2015, untuk pertama kalinya suku bunganya mulai dinaikkan.

Dilihat dari sisi kinerja dolar AS sendiri, mata uang AS ini perlahan-lahan memang sedang menuju level nyamannya alias parity-nya, sehingga dapat diperkirakan bahwa situasi pelemahan dolar AS memang tidak akan berlangsung lama, di mana 2 pekan lagi kita akan melihat kinerja terbaru dari ekonomi AS di dalam laporan Beige Book.

 

Analisa Teknikal Harian – 24 Mei 2018

Catatan:

Data MetaTrader yang kami gunakan bisa berbeda dengan data pada MetaTrader yang pembaca gunakan. Namun demikian kami berusaha menyajikan analisa seobyektif mungkin.

Analisa ini sekedar menjadi panduan bagi para trader untuk melihat kondisi pasar hari ini dan bukan sebuah saran transaksi.

 

EURUSD

EURUSD memiliki sedikit peluang untuk rebound setelah kemarin amblas ke 1.1675, level terendah sejak 14 November 2017. Meskipun pada grafik 1-jam mulai terlihat indikasi perlawanan dari para bulls, dominasi para bears tetap kuat pada kerangka waktu yang lebih besar.

Jadi selama pada grafik 4-jam tidak terjadi penutupan yang cukup jauh di atas zona 1.1740, potensi turun masih akan tetap terlihat atau setidaknya pair ini akan menguji low kemarin.  

1 EURUSDDaily

USDJPY

USDJPY masih condong untuk bergerak ke selatan setelah kemarin jatuh ke 109.54 dan berakhir negatif di 110.06. Apabila low kemarin dilewati maka pair ini dapat bergerak menuju 109.29 dan 109.00.

Di sisi atas, pagi ini resistance intraday terlihat di 110.06, 110.20 dan 110.46.

2 USDJPYDaily

GBPUSD

GBPUSD masih tetap dibayangi tekanan jual meskipun kemarin rebound dari 1.3305. Pada grafik 4-jam pagi ini terlihat masih di bawah zona resistance 1.3385 dan 1.3400, jadi masih berpotensi untuk turun kembali meskipun setidaknya hanya untuk menguji low kemarin.

Jika low kemarin ditembus maka pair ini akan tergelincir ke 1.3280 dan 1.3260.

3 GBPUSDDaily

AUDUSD

AUDUSD terus berfluktuasi di dalam bentangan konsolidasi jangka pendek yang terlihat membentuk pennant atau bearish wedge dengan batasan 0.7487 hingga 0,7607. Potensi kisaran yang lebih kecil adalah 0.7535 hingga 0.7598.

Sejauh belum terlihat indikasi pair ini akan kembali ke kondisi trending, jadi kemungkinan besar AUDUSD masih tetap bergerak sideways di dalam kisaran-kisaran tersebut.

4 AUDUSDDaily

XAUUSD

Harga emas (XAUUSD) sempat menanjak ke 1298.35 sebelum berakhir positif di 1293.20 pad akhir sesi kemarin. Sejauh ini harga emas masih cenderung untuk melanjutkan konsolidasi di kisaran 1285.00 hingga 1300.00.

Potensi naik baru akan membesar jika pada grafik 4-jam atau lebih bagus lagi pada grafik harian terjadi penutupan di atas 1300.00. Sebaliknya, tekanan jual dapat menguat lagi hari ini jika pada grafik 1-jam terjadi penutupan yang cukup jauh di bawah 1289.00.

5 XAUUSDDaily

Sumber analisa: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, MetaTrader4, Reuters

Sumber gambar: Wallpapers Download Directory

Share This