ForexSignal88.com l Jakarta, 13/03/2018 – Pada perdagangan hari ini, kemungkinan besar bahwa dolar AS atau greenback masih ingin tidak mengalami tekanan lebih besar kembali dengan berharap perang dagang yang disulut kebijakan tarif Trump makin memudar dan data inflasi AS telah membaik kembali.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan awal pekan kemarin, kondisi greenback mengalami tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya dan emas, sehingga hal ini mengakibatkan EUR/USD ditutup menguat di level 1,2335, GBP/USD ditutup menguat di level 1,3905, AUD/USD ditutup menguat di level 0,7872 dan USD/JPY ditutup melemah di level 106,43. Sekaligus membuat harga emas kontrak April di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $0,50 atau 0,04% di level $1323,50 per troy ounce.

Sebelumnya nilai dolar AS mulai memburuk sejak akhir pekan lalu karena data pertumbuhan upah kurang begitu menyemangati kenaikan suku bunga The Fed 4 kali di tahun ini, sehingga semenjak itu pelemahan dolar terjadi. Apalagi ada pernyataan dari Presiden Trump yang menguji pasar dengan usulan kebijakan fiskal yang baru berupa kenaikan tarif impor baja dan alumunium masing-masing 25% dan 10%.

Reaksi pasar dari awal pekan minggu sebelumnya tentunya negatif bagi dolar AS serta membuat pasar saham dunia tumbang dan banyak investor melakukan aksi safe haven yen dan emas. Beruntung Meksiko dan Kanada lolos dari tarif tersebut sehingga pasar kembali tenang. Namun pihak lain sudah mengobarkan perang dagang dengan cara mulai mengurangi pembelian aset-aset berbasis dolar AS.

Ujian bagi dolar AS dan keteguhan emas untuk menguat kembali akan ditentukan pada hari ini dengan pasar akan melihat keteguhan inflasi AS yang merupakan fokus bagi jadi tidaknya suku bunga The Fed naik 4 kali atau tidak.

Namun sebelumnya kita akan melihat reaksi dari pasar saham Asia dan Eropa yang kemungkinan besar masih mengikuti jejak pasar saham Wall Street semalam yang negatif sehingga memang masih ada peluang bagi emas untuk menekan kembali emas, dan yen juga masih bisa positif lebih lanjut.

Fokus data memang tertuju kepada data CPI atau inflasi AS, di mana ada perkiraan bahwa inflasi bulan lalu kemungkinan besar lebih rendah daripada periode sebelumnya. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa inflasi di Januari lalu terdongkrak oleh kebijakan pemotongan pajak sehingga pekerja mendapatkan tambahan bonus dan kenaikan upahnya.

Namun memasuki Februari lalu, kondisi ini kembali berbalik di mana tidak ada tambahan bonus lagi sehingga peluang kenaikan inflasi pun akan mengecil. Inflasi inti yang merupakan tolok ukur The Fed dalam bersikap untuk penentuan suku bunga akan dilihat oleh investor, apakah akan mendekati level target The Fed di 2% atau makin menjauhinya. Bila makin menjauhi, maka ada kesempatan bagi emas dan mata uang utama dunia non-dolar AS akan menekan greenback kembali.

Namun perlu diwaspadai pula masalah kebijakan tarif impor logam dari Trump, bila Eropa dan Jepang dibebaskan juga seperti Meksiko dan Kanada, maka ada peluang bagi greenback untuk berbalik menekan emas dan mata uang utama dunia lainnya.

Analisa Teknikal Harian – 13 Maret 2018

Catatan:

Data MetaTrader yang kami gunakan bisa berbeda dengan data pada MetaTrader yang pembaca gunakan. Namun demikian kami berusaha menyajikan analisa seobyektif mungkin.

Analisa ini sekedar menjadi panduan bagi para trader untuk melihat kondisi pasar hari ini dan bukan sebuah saran transaksi.

 

EUR/USD

EUR/USD berpeluang untuk meneruskan pergerakan naik kemarin. Level tertinggi kemarin di 1.2346 berperan sebagai resistance intraday pertama yang berdekatan dengan resistance kuat 1.2357. Resistance berikutnya terlihat di 1.2380, 1.2405 dan 1.2420.

Support-support intraday pada pagi ini terlihat di 1.2302, 1.2273 dan 1.2252.

1EURUSDDaily13318

USD/JPY

Hingga pagi ini USD/JPY masih menunjukkan kecenderungan ke arah selatan dengan support-support yang menjadi target berada di 106.13, 105.90 dan 105.67.

Namun jika harga berbalik menembus zona resistance intraday 106.45, potensi turun akan berkurang signifikan dan peluang untuk naik ke resistance selanjutnya di 106.73 dan 107.03 akan semakin terbuka.

2USDJPYDaily13318

GBP/USD

Perdagangan GBP/USD masih didominasi para bulls hingga pagi ini dan berpotensi untuk segera menjajal kekuatan area resistance di 1.3920, zona resistensi berupa downtrend line.

Potensi naik masih akan terjaga selama GBP/USD tetap bergerak di atas zona support intraday 1.3895. Jika support itu ditembus maka GBP/USD berisiko jatuh ke support selanjutnya di 1.3865.

Sebaliknya jika resistance tersebut ditembus, tren naik dapat memperoleh momentum tambahan dan memungkinkan pair ini naik ke resistance berikutnya di 1.3970.

3GBPUSDDaily13318

AUD/USD

Sejauh ini pergerakan naik AUD/USD masih terhambat oleh resistance kuat berupa level 38,2% Fibonacci retracement di 0.7872 yang berdekatan dengan resistance kuat lainnya di 0.7885.

Jika zona resistance tersebut terus bertahan maka AUD/USD berisiko untuk tergelincir menuju support-support intraday di 0.7850 dan 0.7821.

Namun jika resistance tersebut diterjang dengan kuat, AUD/USD berpeluang untuk naik lagi dengan target berikutnya di 0.7922.

4AUDUSDDaily13318

XAU/USD

Sejauh ini harga emas (XAU/USD) masih memperlihatkan potensi pergerakan sideways meskipun grafik 1-jam mulai menunjukkan potensi naik dengan dukungan dari support 1321.95.

Jika support itu bertahan dan harga emas mampu menerjang zona 1326.45 maka potensi naik menuju resistance selanjutnya di 1329.65 dan 1333.35 akan semakin terbuka.

5XAUUSDDaily13318

Sumber analisa: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, MetaTrader4, Reuters

Sumber gambar: Raw Heights

Share This